BERITAOPINI.ID SURAKARTA JATENG | Puluhan masa ditangkap oleh Mapolresta Surakarta, pada Minggu (31/08/2025). Penangkapan terjadi imbas kericuhan yang berlangsung tiga hari belakangan paska aksi masa di Mako Brimob pada (29/08).
Kurang lebih enam puluh lima orang telah diamankan Polresta Solo. “Kurang lebih enam puluh lima orang telah diamankan Polresta Solo.” Ujar Kombespol Catur Cahyono Wibowo, selaku Kapolres Surakarta.
Lebih jelasnya, kurang lebih enam puluh lima orang yang diamankan merupakan siswa SMP, SMA dan beberapa putus sekolah.
Kendati memang yang diamankan merupakan anak dibawah umur, Polresta Surakarta akan menggandeng pihak sekolah agar diberikan bimbingan lebih lanjut.
“Kami akan menggandeng pihak sekolah terkait, akademisi agar diberikan pengawasan.” Jelas catur.
Ketika ditanyai, apakah mereka akan terjerat tindak pidana. Catur menandaskan akan menyesuaikan dengan tindakan yang dilakukan pelaku.
Kendati memang solo berstatus siaga, Catur menghimbau kepada warga solo agar tidak terprovokasi dan tetap menjaga kondusivitas.
Udin salah satu demonstran mendaku menyesal. Lelaki asal Banyudono, Boyolali mengaku dirinya diajak oleh temannya untuk ikut demonstrasi di Kota Surakarta.
Di Mapolresta Solo, dirinya telah meminta maaf kepada ibunya yang hadir pula, agar tak mengulangi perbuatannya kembali.
Ibunda Udin sempat merasa gelisah. Ia menghubungi anaknya melalui WhatsApp akan tetapi tak mendapat balasan.
“Saya resah dan kaget. Malam itu tak dapat dihubungi. Setelah mendapatkan kabar ternyata ia sudah dipolresta.” Ujar Ani.
Ani meminta maaf kepada khalayak dengan setulus hati atas kelalain yang pernah dilakukan anaknya.