BERITAOPINI.ID PALEMBANG SUMSEL | Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia Sumatera Selatan (Lesbumi NU Sumsel) menghimbau jangan sampai sesama anak bangsa terhasut oleh agitasi politik tertentu yang mengadu domba sesama anak bangsa.
Ketua Lesbumi PWNU Sumsel, Kgs. Ilham Akbar mengatakan Adu domba merupakan perbuatan yang sangat dilarang dalam Islam karena dampak negatifnya yang luas terhadap individu dan masyarakat. Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga hubungan baik, berkomunikasi dengan cara yang santun, dan selalu berusaha menegakkan keadilan serta memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathoniyyan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, umat Islam dapat mencegah terjadinya adu domba dan menjaga keharmonisan dalam masyarakat.
“Melakukan demonstrasi merupakan bentuk menyampaikan aspirasi tetapi jika menjadi anarkis dengan melakukan penjarahan maka itu tidak dapat dibenarkan baik dalam Islam maupun negara,” ungkapnya.
Ilham menambahkan jika sesama anak Bangsa Indonesia tidak boleh di terhasut oleh penumpang gelap yang justru dapat menggoyahkan persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia. Demonstrasi dengan cara yang benar dan aparat pun harus humanis dan tidak represif dalam mengambil tindakan serta tidak berlebihan karena dapat memunculkan kemarahan yang semakin menjadi-jadi.
“Kita harus tetap percaya kepada pemerintah yang sah dalam mengatasi gejolak yang sedang dihadapi segenap bangsa Indonesia,” tambahnya.
Selanjutnya Wakil Ketua Lesbumi PWNU Sumsel, Pangeran M Nurfarisi, juga menekankan Pentingnya memahami bahaya dan solusi adu domba ini sangat relevan.
“Untuk menjaga keutuhan komunitas dan keharmonisan sosial, yang pada akhirnya akan menciptakan masyarakat yang damai dan sejahtera,” ujarnya.
Adapun Wakil Ketua Lesbumi PWNU Sumsel, Reza Januar, S.H juga menambahkan sejumlah konsep dasar, seperti persatuan, kesatuan, nasionalisme, bangsa, integrasi nasional, dan patriotisme ada dalam substansi persatuan bangsa.
“Sederhananya persatuan memiliki arti gabungan dari beberapa bagian menjadi sesuatu yang utuh,” katanya.
Maka, Ketua Lesbumi PWNU Sumsel, Kgs. M. Ilham Akbar, S.H., M.H. menyimpulkan Persatuan bangsa Indonesia yang menghuni wilayah tanah air berarti persatuan bangsa.
“Kemauan yang sadar dan penuh tanggung jawab untuk menggapai kehidupan bangsa dalam suatu negara merdeka telah mendorong bersatunya bangsa Indonesia,” tutupnya.