Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60 Example 468x60 Example 468x60 Example 468x60
BeritaKota PalembangSumatera Selatan

PC PMII Kota Palembang Pererat Toleransi Antarumat Beragama, Turut Jaga Keamanan Gereja Katolik Paroki St. Yoseph

85
×

PC PMII Kota Palembang Pererat Toleransi Antarumat Beragama, Turut Jaga Keamanan Gereja Katolik Paroki St. Yoseph

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID PALEMBANG SUMSEL | Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Palembang kembali menegaskan komitmennya dalam merawat toleransi dan menjaga harmoni sosial dengan turut serta dalam kegiatan pengamanan Gereja Katolik Paroki St. Yoseph Palembang pada Rabu malam, (24/12/2024).

Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar kolektif PMII dalam memperkuat kohesi sosial di Kota Palembang yang dikenal sebagai kota majemuk, inklusif, serta relatif bebas dari konflik horizontal berbasis agama dan identitas.

Sebagai kota tua yang memiliki sejarah panjang peradaban Melayu-Islam dan persinggungan lintas budaya, Palembang tumbuh sebagai ruang sosial yang plural, di mana perbedaan agama, etnis, dan budaya hidup berdampingan secara harmonis. Tradisi toleransi tersebut menjadi modal sosial (social capital) yang terus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan.

Keterlibatan kader PMII dalam pengamanan rumah ibadah ini merupakan manifestasi nilai-nilai dasar PMII yang berpijak pada Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah, yang menekankan prinsip tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), i’tidal (keadilan), serta ukhuwah insaniyah dan ukhuwah wathaniyah sebagai landasan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Ketua PC PMII Kota Palembang, Indra Kusumah, menyampaikan bahwa kehadiran PMII dalam kegiatan tersebut adalah bentuk tanggung jawab moral sekaligus komitmen kebangsaan untuk menjaga Palembang sebagai kota yang aman, damai, dan berkeadaban.

“Kota Palembang adalah miniatur Indonesia. Kemajemukan yang ada harus dirawat dengan kesadaran kolektif. PMII memandang bahwa menjaga keamanan saudara-saudara kita yang sedang menjalankan ibadah merupakan bagian dari penguatan toleransi aktif, bukan sekadar toleransi pasif,” ujar Indra Kusumah.

Ia menambahkan bahwa tradisi zero konflik yang selama ini melekat pada Kota Palembang harus terus dijaga melalui keterlibatan seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda dan mahasiswa.

“PMII hadir untuk memastikan bahwa ruang-ruang publik dan rumah ibadah tetap menjadi ruang yang aman dan inklusif. Ini sejalan dengan nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen kami menjaga keutuhan NKRI dari potensi konflik berbasis identitas,” tegasnya.

Dalam kerangka kajian PMII, toleransi dipahami sebagai bagian dari humanisme religius, yakni relasi harmonis antara nilai keislaman, kemanusiaan, dan kebangsaan. Oleh sebab itu, PMII mendorong kadernya untuk berperan sebagai agen moderasi beragama dan perekat sosial, yang mampu merespons dinamika keberagaman secara dewasa dan konstruktif.

Kegiatan pengamanan Gereja Katolik Paroki St. Yoseph ini juga menjadi wujud nyata peran PMII sebagai kekuatan moral (moral force) dan kontrol sosial (social control), yang tidak hanya bergerak dalam ranah intelektual, tetapi juga hadir secara langsung di tengah masyarakat.

PC PMII Kota Palembang berharap, praktik toleransi yang diwujudkan melalui aksi nyata ini dapat memperkuat citra Palembang sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai perdamaian, serta menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kehidupan sosial yang inklusif, adil, dan berlandaskan semangat kebangsaan.

Example 300250 Example 468x60 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *