BERITAOPINI.ID BANDAR LAMPUNG | Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) Lampung melaksanakan audiensi dan silaturahmi dengan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung dalam rangka membahas potensi serta arah pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Lampung, khususnya pada sektor muslim friendly tourism, desa wisata, dan ekosistem ekonomi kreatif.
Dalam audiensi tersebut, PW KAMMI Lampung menyampaikan bahwa secara geografis dan sosiologis, Lampung memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata yang ramah Muslim. Letak Lampung sebagai gerbang Pulau Sumatra, mayoritas penduduk beragama Islam, serta kekayaan destinasi alam dan budaya menjadi modal kuat untuk mengembangkan konsep muslim friendly tourism yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
“Jumlah kedatangan wisatawan ke provinsi tersebut selama periode libur akhir tahun 2025 mencapai 2,35 juta orang dan dapat membantu pencapaian target kunjungan wisatawan selama 2025 sebanyak 20 juta orang,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung Bobby Irawan di Bandarlampung, Rabu.
Mendengarkan data yang disampaikan, PW KAMMI Lampung menyampaikan bahwa pengembangan wisata ramah Muslim tidak hanya berkaitan dengan aspek religius, tetapi juga mencakup standar layanan, seperti ketersediaan fasilitas ibadah, kuliner halal, kebersihan, keamanan, serta pelayanan yang beretika dan berkeadaban karena beliau juga membenarkan masih ada hotel yang belum memberikan fasilitas ibadah yang nyaman bagi wisatawan. Konsep wisata ramah Muslim ini dinilai sejalan dengan karakter budaya masyarakat Lampung serta kebutuhan wisatawan domestik yang terus meningkat setiap tahunnya.
Selain itu, audiensi juga membahas pentingnya penguatan desa wisata sebagai basis pembangunan pariwisata daerah.
“Desa wisata memiliki peran strategis dalam mendorong ekonomi kerakyatan, pelestarian budaya lokal, dan pemberdayaan masyarakat. Keterlibatan pemuda dan mahasiswa dipandang krusial, khususnya dalam aspek branding desa wisata, digitalisasi promosi, serta penguatan kapasitas SDM lokal,” kata Muhammad Daniel, Ketua Umum PW KAMMI Lampung.
Pada sektor ekonomi kreatif, PW KAMMI Lampung menyoroti perlunya membangun ekosistem yang terintegrasi antara pelaku UMKM, komunitas kreatif, akademisi, dan pemerintah daerah. Ekonomi kreatif dinilai dapat menjadi penopang utama pariwisata melalui pengembangan kuliner halal, kriya, fesyen, seni pertunjukan, hingga konten digital berbasis kearifan lokal Lampung.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung menyambut baik gagasan dan masukan dari PW KAMMI Lampung. Disampaikan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap kolaborasi dengan organisasi kepemudaan dan mahasiswa sebagai mitra strategis dalam mendorong inovasi, promosi, serta penguatan SDM pariwisata dan ekonomi kreatif di Lampung.
Muhammad Daniel menyampaikan bahwa audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun sinergi berkelanjutan antara PW KAMMI Lampung dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung dalam mewujudkan Lampung sebagai daerah tujuan wisata yang ramah Muslim, berbasis desa, dan ditopang oleh ekosistem ekonomi kreatif yang kuat dan inklusif.
















