BERITAOPINI.ID SURAKARTA JATENG | Dinas Pendidikan Kota Surakarta tengah mempersiapkan kebijakan untuk mengurangi penggunaan gawai bagi pelajar di Kota Surakarta. (08/01/2026).
Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pagi pelajar dan mematikan mereka mendapatkan pendampingan instensif dari orang tua. Penggunaan gawai bagi pelajar terbilang cukup besar dan aktif.
Mengurangi screen time dirasa penting. Dwi Ariyanto selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta kebijakan yang tengah dipersiapkan untuk mengurangi penggunaan gawai dipergunakan untuk mengoptimalkan hasil belajar di sekolah. Pembelajara wajib belajar selepas mahrib sampai pukul sembilan malam, dimungkinkan akan dihelat kembali.
Dinas Pendidikan Kota Surakarta menginginkan ekosistem di rumah agar terjalin lebih produktif. “Kami mengharapkan saat malam tiba, TV dimatikan, tidak ada aktivitas penggunaan gadget atau screen time. Anak-anak harus fokus belajar di damping orang tua,” jelas Dwi Ariyanto saat ditemui wartawan Senin lalu (06/01/2026).
Kebijakan untuk mengurangi paparan gawai dan sejenisnya disambut baik oleh Walikota Surakarta, jelas Dwi. Ia meminta lekas disusun Surat Edaran (SE) agar kebijakan segera terealisasi dan dapat menginstruksikan Camat hingga lurah guna melakukan pengawasan kepada pelajar di Surakarta saat di rumah agar tidak terpapar gawai dan sejenisnya.
Selanjutnya Dwi menambahkan bahwa perlu adanya dukungan dari lingkungan sekitar, agar kebijakan ini dapat berlangsung baik. Kolektivitas anatara warga dan orang tua perlu ditekankan agar pelajar dapat disiplin belajar saat di rumah.
















