BERITAOPINI.ID SURAKARTA JATENG | Sampah-sampah mengunung di Tempat Pembuangan Putri Cempo. Sebuah alat barat yang beroprasi guna mengolah sampah mengalami kerusakan. Kendaraan pemgungut sampah tersendat, kendati kerusakan tersebut. (12/02/2025).
Kepala DLH Solo, Herwin Tri Nugroho menandaskan bahwa penyebab antrean kendaraan pengangkut sampah, dikarenakan oleh kerusakan pada alat berat di TPA Putri Cempo.
“Jadi nanti akan kita atur supaya tidak menimbulkan antrean sepanjang itu. Jadi nanti kayak dijadwalkan. Yang paling yang bisa kami lakukan dijadwalkan dulu, jadi tidak datang bersama-sama,” kata Herwin saat dihubungi awak media, pada Senin (09/02/2026).
Sampah-sampah yang menggunung, kemudian kendaraan pengangkut sampah mengalami ketersendatan, membikin warga kesulitan dalam akses. Konon, antrian kendaraan pengangkut sampah yang mencapai perempatan Sibela ini, terparah sepanjang lima tahun terakhir.
Kata Herwin, pihaknya berkoordinasi dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) untuk meminjam alat berat, guna mengatasi sementara kerusakan alat berat milik di Putri Cempo.
Atas situasi ini, Walikota Surakarta Respat Ardi mengucapkan minta maaf. Kemacetan yang mengganggu masyrakart Sibela Jebres memutuskan Respati untuk lekas menyelasikan permasalahan kerusakan alat berat di TPA Putri Cempa.
Respati menyiapkan langkah strategis. Ia telah menyiapkan rancangan untuk pengelolaan sampah di Solo. Optimalisasi teknologi pengolahan sampah menjadi pilihannya, terutama penguatan program pemilahan di tingkat masyrakarat.
“Pemilihan sampah akan jadi salah satu program, agar mesin pengolahan lebih efektif bekerja. TPA ini akan difokuskan untuk warga Solo dahulu baru setelah itu dikembangkan,” pungkasnya.
















