Example floating
Example floating
Example 468x60
AcehBerita

Dugaan Pemukulan Pelajar oleh Oknum TNI di Aceh Barat, HMI Meulaboh : Jangan Ada Pembiaran Kekerasan terhadap Sipil

154
×

Dugaan Pemukulan Pelajar oleh Oknum TNI di Aceh Barat, HMI Meulaboh : Jangan Ada Pembiaran Kekerasan terhadap Sipil

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID ACEH | Dugaan pemukulan terhadap seorang siswa SMA Muhammadiyah Aceh Barat oleh oknum anggota Tentara Nasional Indonesia bersama anaknya di kawasan Alpen, Meulaboh, hari ini memantik kemarahan publik. HMI Meulaboh menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kekerasan yang tidak hanya melukai korban, tetapi juga mencederai rasa aman masyarakat serta meruntuhkan wibawa institusi negara di mata generasi muda. 21 Februari 2026

Ketua Bidang Ham & Lingkungan Hidup HMI Cabang Meulaboh, Wahyudi menyatakan pihaknya shock dan geram karena peristiwa ini terjadi di awal Ramadhan. Bulan yang seharusnya menghadirkan keteladanan moral, pengendalian emosi, serta perlindungan terhadap masyarakat sipil, khususnya pelajar. Ia menegaskan bahwa tidak ada pembenaran apa pun bagi tindakan kekerasan terhadap anak sekolah, terlebih jika dilakukan oleh aparat atau pihak yang memiliki relasi kekuasaan.

Menurut Yudi, kejadian ini bukan peristiwa berdiri sendiri. Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat Aceh berulang kali dihadapkan pada gesekan dengan oknum aparat, mulai dari polemik penanganan bencana perihal ketegangan simbolik bendera di ruang publik, hingga tindakan intimidatif yang menimbulkan trauma sosial. Peristiwa pemukulan pelajar di Alpen dinilai menjadi alarm keras bahwa pendekatan represif masih terjadi dan tidak boleh dibiarkan menjadi pola.

HMI Meulaboh secara tegas menolak penyelesaian kasus yang hanya berujung pada restorative justice semu yang berpotensi menekan korban dan keluarga untuk berdamai tanpa keadilan. HMI menekankan bahwa perdamaian tidak boleh lahir dari rasa takut, tekanan, ataupun relasi kuasa. Tabayun terbuka, pemeriksaan profesional, serta proses hukum yang transparan adalah keharusan mutlak.

Lebih jauh, HMI Meulaboh menuntut pimpinan TNI untuk segera mengambil langkah tegas dan terbuka terhadap oknum yang terlibat. Pembiaran ataupun upaya menutup kasus dinilai hanya akan memperdalam krisis kepercayaan publik dan memperkuat stigma bahwa masyarakat sipil berada pada posisi rentan ketika berhadapan dengan aparat.
HMI juga memperingatkan bahwa kekerasan terhadap pelajar adalah persoalan serius yang berdampak pada psikologis generasi muda dan stabilitas sosial. Negara, melalui aparatnya, seharusnya hadir sebagai pelindung, bukan sumber ketakutan. Jika tindakan seperti ini dibiarkan, maka ruang aman masyarakat akan terus menyempit dan konflik horizontal berpotensi meningkat.

Di akhir pernyataannya, HMI Meulaboh mengajak masyarakat di Meulaboh dan wilayah Aceh Barat untuk mengawal kasus ini secara kritis agar tidak berhenti sebagai isu sesaat. HMI menegaskan bahwa kekerasan terhadap pelajar adalah garis merah demokrasi dan kemanusiaan siapa pun pelakunya harus dimintai pertanggungjawaban secara adil, terbuka, dan tanpa kompromi.

Example 300250 Example 468x60 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *