BERITAOPINI.ID SURAKARTA JATENG | Teater Wening menggelar pertunjukan bertajuk Boneka Nusantara di Gedung Teater Taman Budaya Jawa Tengah ada Rabu (24/02/2026).
Pertunjukan teater yang memadukan dengan pertunjukan wayang Boneka membuat penonton terpukau. Mafhum, pentas yang digawangi oleh Arsa Khoirol Lathifa dan Prawoto Susilow ini menyabet penghargaan Dana Indonesiana 2025 pada Agustus lalu.
Pertunjukan yang mengangkat cerita rakyat Baru Klinting ini mengangkat sebuah kisah penuh pesan moral. Berlatar tempat di Rowo pening, para aktor yang di Sutradarai oleh Prawoto Susilo ini berhasil mengguncang arena teater.
Kisah Baruk Runcing merupakan kisah yang berada di Rawa Pening Ambarawa Jawa Tengah. Konon lahir seorang anak yang kulitnya bersisik. Rupanya buruk dan dibenci seluruh warga itu.
Alkisah sebuah bambu ditancapkan di tanah. Bambu itu sengaja ditancapkan Baru Klinting, lantaran ia sering diejek atau dibully karena penampilannya.
Saat bambu ditancapkan, Klinting membuka sayembara kepada seluruh warga. Barangsiapa dapat mencabut bambu yang tertancap, akan diberikannya emas bergunung-gunung.
Tak ada satupun yang dapat mencabutnya, kecuali Baru Klinting. Dataran yang mulanya kering dan subur, tiba-tiba hanyut oleh air yang keluar dari lubang bekas bambu yang ditancapkan Baru Klinting ke tanah.
Pesan moral dari pentas itu, mengajak penonton agar tidak bertingkah sombong, merendahkan, bahkan menjauhi orang-orang yang terlahir berbeda.
Prawoto Susilo selalu sutradara Teater Ruang Hening mengatakan bahwa pementasan yang ia helat ini, mengangkat inklusivitas anak.
“Kami menghelat pementasan ini sebagai bentuk inklusivitas anak, tidak ada diskriminasi dan pembatasan di dalamnya,” jelas Prawowot sesuai mendampingi pentas di kompleks Teater Arena ada Selasa (24/02).
Owot panggilan akrabnya mengatakan bahwa dirinya menggandeng beberapa siswa yang berada di Surakarta.
“Kami berkolaborasi dengan Siswa SD N Nayu Barat, Bromantakan, kebetulan sekolah itu, adalah sekolah Inklusi,” ujarnya.
Melalui perhelatan teater ini, kata Prawoto sebagai bentuk terapi untuk mengatasi anak yang terlalu hiperaktif untuk bisa menjadi lebih positif.
Menariknya, Teater Ruang Hening dan Team dapat mendidik para siswa selama enam hari dalam melangsungkan pementasan.
“Kami berlatih enam hari, rekan-rekan punya talenta dalam berkesenian teater,” ujarnya.
Suksesnya pertunjukan Baru Klinting tak luput dari ide cemerlang Arsa Khoirullah. Sebagai peraih Dana Indonesiana Kementrian Kebudayaan 2025, Arsa sebagai seniman pembikin boneka ini, meramu karya boneka menjadi sebuah pertunjukan teater.
Sebelumnya Arsa telah menggeluti karya seni boneka. Melalui pengalaman tersebut, Arsa mengaitkan karya seni teater dengan pertunjukan wayang Boneka.
“Saya dan rekan mengetahui, bahwa dalam karya seni Boneka saat menghasilkan karya seni terbaik,” paparnya.
Dalam pertunjukan itu, ditampilkan perpaduan antara pertunjukan Boneka dan pertunjukan Teater. Teater hening yang telah bergelut selama 2017 ini, mulanya bergiat di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Surakarta Mareta Dinar Cahyono mewakili Walikota Surakarta Respati Ardi, mengucapkan selamat kepada Teater Hening dan rekan dalam melangsungkan pentas.
“Seni harus membuka pula peluang bagi anak inklusi atau berkebutuhan khusus, kami mengapresiasi karya seni dari Teater Wening,” tukas Cahyono.
Selain itu, Cahyono turut pula mendorong agar para seniman lainnya, dapat membuka ruang selebar-lebarnya bagi anak inklusi dan terus membuat karya terbaiknya.
Hal senada turut pula disampiakan oleh Suratno selaku Kepada Taman Budaya Jawa Tengah. Ia mengucapkan selamat atas Arsa Khoirullah dan Teater Wening yang sukses menampilkan pertunjukan teater.
Kemudian Baru Klinting yang diperankan oleh Yobel (9) ini menarik perhatian penonton. Kata Yobel, dirinya senang dapat berperan sebagai pemain utama. Usiany masih muda, ia begitu antusias dalam pementasan tersebut. Kini Yobel bersekolah di SD Nayu Barat.
Ibunda Yobel turut pula mendukung anaknya. Iaengharapkan agar anaknya dapat tekun dan terus berproses.
“Saya sangat bahagia, pementasan kali ini cukup menarik, saya tidak menyangka,” ujarnya.


















