Example floating
Example floating
Example 468x60
BeritaKota PrabumulihSumatera Selatan

1 Tahun Kepemimpinan H. Arlan dan Franky Nasril, Sederet Janji Politik Diselesaikan

20
×

1 Tahun Kepemimpinan H. Arlan dan Franky Nasril, Sederet Janji Politik Diselesaikan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID PRABUMULIH SUMSEL | Satu tahun kepemimpinan H. Arlan dan Franky Nasril bukan sekadar deret janji politik. Waktu 12 bulan itu perlahan menjelma menjadi kerja nyata—terlihat, terukur, dan dirasakan langsung masyarakat.

“Sejak hari pertama, keduanya menancapkan fondasi perubahan dari dalam birokrasi. Disiplin aparatur sipil negara diperketat. Tidak ada lagi ruang bagi pegawai yang bekerja setengah hati. Arlan menegaskan, pelayanan publik adalah harga mati. ASN yang melanggar aturan diperingatkan, bahkan terancam sanksi hingga pemecatan”,

Pesannya sederhana namun tegas: pemerintah harus hadir cepat, tepat dan dapat di rasakan manfaatnya

Di saat banyak daerah masih berkutat pada wacana, Prabumulih bergerak lewat aksi. Aset-aset pemerintah yang lama terbengkalai kembali dihidupkan. Islamic Center difungsikan lagi.

Rusunawa yang sempat “mati suri” disulap menjadi pusat layanan publik yang menampung kantor Petro Prabu, Dinas Perikanan, hingga Dinas Sosial. Bangunan yang dulu kosong kini kembali bernyawa, melayani warga setiap hari.

Perubahan paling terasa datang dari sektor kesehatan. Manajemen RSUD Kota Prabumulih yang sebelumnya kerap dikeluhkan, dibenahi dari hulu ke hilir. Sistem pelayanan ditata, fasilitas diperkuat, dan akses kesehatan diperluas. Hasilnya bukan sekadar klaim.

Awal tahun 2026, Pemkot Prabumulih meraih Penghargaan Deklarasi dan Pencapaian Universal Health Coverage (UHC) kategori Madya merupakan pengakuan nasional atas keberhasilan menjamin layanan kesehatan bagi hampir seluruh warganya.

Penghargaan itu diserahkan dalam forum nasional di JIEXPO Kemayoran, langsung dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia kepada wali kota.

Bagi Cak Arlan Franky, kesehatan bukan sekadar program populis. “Kalau rakyat sehat, mereka produktif. Kalau produktif, ekonomi ikut tumbuh,” tegasnya.

Penataan kota juga berjalan tanpa kompromi. Kawasan Jalan M. Yamin dan Jalan Jenderal Sudirman yang selama bertahun-tahun sesak dipenuhi pasar tumpah dan lapak liar, kini kembali pada fungsinya. Trotoar dibersihkan. Parit dibuka. Jalan ditertibkan.

Bahkan kebijakan pemindahan pasar subuh ke exs polsek Prabumulih timur telah membuahkan hasil bukan hanya kenyamanan pengguna jalan namun para pedagang dan pembeli telah mendapatkan tempat yang layak dan yang paling penting penambahan Pendapatan asli Darrah mulai di donggkrak naik.

Saat pedagang kembali nekat berjualan di atas bahu jalan dan saluran air, Arlan turun langsung melakukan sidak. Tanpa ragu, ia memerintahkan pembongkaran. Baginya, ketertiban umum tak boleh dikalahkan kepentingan pribadi.

“Kami tidak melarang mencari rezeki. Tapi harus tertib. Jangan merugikan masyarakat luas,” ujarnya di lokasi penertiban. Langkah itu menjadi sinyal jelas: aturan ditegakkan, bukan sekadar imbauan.

Di sektor sosial, program pemerintah pusat ikut dipacu. Makan Bergizi Gratis berjalan melalui belasan SPPG yang telah berdiri, mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Program Koperasi Desa Merah Putih juga mulai menggeliat, membuka peluang ekonomi baru di tingkat akar rumput.

Masalah pendidikan di masa setahun kepemimpinan H Arlan-Franky. Bukan hanya fokus mensukseskan program Presiden untuk MBG disilain janji politik terkait seragam sekolah gratis telah di rasakan manfaatnya bagi siswa siswi dan maupun orang tua.

Program unggulan lainya yakni ketahanan pangan yang menyasar kepada petani dan kelompok tani masyarakat seperti pembukaan lahan dan pembagian bibit gratis menjadi langkah nyata kepemimpinan H Arlan Franky hasilnya panen jagung melimpah di bebrapa wilayah kota Prabumulih.

Persoalan klasik seperti sampah dan banjir pun tak luput dari perhatian. TPA kembali dioperasikan, pengelolaan diperkuat melalui Dinas Lingkungan Hidup. Normalisasi sungai digencarkan hingga wilayah perbatasan Muara Enim, demi mengurangi risiko banjir di kawasan bantaran.

Semua itu mungkin terlihat teknis. Namun dampaknya sederhana: lingkungan lebih bersih, jalan lebih rapi, pelayanan lebih cepat, dan warga merasa diperhatikan.

Disisilain program bedah rumah dan penerima manfaat bagi hunian layak terus di lanjutkan sampai tuntas bahkan Inovasi H Arlan Franky terus terjalin bukan hanya dengan Institusi, pemkot Prabumulih pun berkolaborasi dengan pihak swasta seperti indomart dan Alfamart di gandeng dengan membangun hunian bagi warga kurang mampu.

Setahun tentu bukan waktu yang panjang untuk menyelesaikan seluruh persoalan kota. Namun cukup untuk membuktikan arah. Di bawah duet Arlan–Franky, Prabumulih menunjukkan satu hal penting: perubahan tak selalu harus besar dan gaduh. Kadang ia hadir lewat langkah-langkah kecil yang konsisten.Dan dari situlah kepercayaan publik tumbuh.

“Kami berkomitmen mewujudkan perubahan masyarakat Makmur dan Sejahtera tentunya tetap kami meminta dukungan dari semua lapisan masyarakat untuk bersama membangun kota Prabumulih,” pungkasnya.

Dengan semangat visi “Prabumulih MAS – Masyarakat Makmur dan Sejahtera”, keduanya kini merangkul seluruh elemen masyarakat. Sebab bagi Arlan, membangun kota bukan pekerjaan pemerintah semata, melainkan kerja bersama.

“Satu tahun telah lewat. Jejaknya mulai terlihat. Tantangan masih panjang. Tapi setidaknya, Prabumulih sedang bergerak—bukan berjalan di tempat”.

Example 300250 Example 468x60 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60