BERITAOPINI.ID NAGAN RAYA ACEH | Maraknya kasus penyerobotan lahan di Kabupaten Nagan Raya kembali menuai sorotan. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Nagan Raya menilai Pemerintah Daerah (Pemda) terkesan tidak memiliki keberanian untuk menindak tegas para pelaku yang diduga terlibat dalam praktik penyerobotan lahan tersebut.
Ketua Umum HMI Cabang Nagan Raya melalui Zulfikar selaku Ketua Bidang HAM dan Lingkungan Hidup mengatakan bahwa persoalan penyerobotan lahan ini bukanlah hal baru, namun hingga saat ini penyelesaiannya belum menunjukkan langkah konkret dari pemerintah daerah.
Menurut Zulfikar, pembiaran terhadap persoalan ini hanya akan memperburuk situasi di tengah masyarakat serta berpotensi memicu konflik yang lebih besar jika tidak segera ditangani secara serius.
“Penyerobotan lahan terjadi terus-menerus. Kami menilai Pemda seperti tidak punya nyali untuk menindak tegas para pelaku yang jelas-jelas merugikan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan sikap pemerintah daerah yang dinilai terlalu pasif di tengah penderitaan masyarakat yang terdampak konflik lahan tersebut.
“Pemerintah daerah kemana? Kenapa justru diam di saat masyarakat sedang menderita dan memperjuangkan haknya. Ini yang menjadi tanda tanya besar bagi kami,” tegasnya.
Zulfikar juga menyinggung terkait palang atau pembatas yang sebelumnya dibuat oleh pemerintah daerah di area perusahaan tersebut. Menurutnya, palang tersebut kerap dirusak oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tanpa adanya tindakan tegas dari pemerintah.
“Palang yang dibuat oleh pemerintah daerah di lokasi PT tersebut juga selalu dirusak. Namun sampai hari ini kita tidak melihat adanya langkah tegas dari pemerintah untuk menjaga ataupun menindak pelaku perusakan itu. Ini semakin memperlihatkan lemahnya sikap pemerintah daerah,” katanya.
Lebih lanjut, HMI Cabang Nagan Raya juga mempertanyakan apakah pemerintah daerah benar-benar berpihak kepada masyarakat atau justru hanya mementingkan kepentingan tertentu.
“Jangan sampai masyarakat menilai bahwa pemerintah daerah hanya mementingkan diri sendiri atau kepentingan kelompok tertentu, sementara masyarakat dibiarkan berjuang sendiri mempertahankan haknya,” tambahnya.
HMI Cabang Nagan Raya mendesak pemerintah daerah serta aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah tegas dalam menyelesaikan konflik lahan tersebut agar tidak terus berlarut-larut dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, tutupnya.


















