BERITAOPINI.ID PURWOKERTO JATWNG | Sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Banyumas Raya menyampaikan pernyataan sikap terkait dugaan kekerasan terhadap aktivis pada Minggu, 15 Maret sekitar pukul 17.30 WIB. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk respons dan solidaritas terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis Andrie Yunus.
Dalam pernyataannya, Aliansi Banyumas Raya mengecam segala bentuk kekerasan dan teror terhadap aktivis maupun pembela hak asasi manusia di Indonesia.
Aliansi Banyumas Raya menilai tindakan tersebut berpotensi mengancam kebebasan berpendapat serta ruang demokrasi di tengah masyarakat.
Aliansi Banyumas Raya juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, termasuk mengungkap pelaku serta pihak yang diduga terlibat di balik kejadian tersebut.
Selain itu, Aliansi Banyumas Raya meminta pemerintah untuk memberikan jaminan perlindungan kepada para aktivis, pembela HAM, dan masyarakat sipil yang menyuarakan aspirasi. Dalam pernyataan sikap tersebut, Aliansi Banyumas Raya juga menolak segala bentuk pembungkaman terhadap kritik publik melalui intimidasi, kriminalisasi, maupun kekerasan fisik.
Aliansi Banyumas Raya turut mengajak seluruh elemen masyarakat sipil, mahasiswa, dan organisasi rakyat untuk memperkuat solidaritas dalam menjaga ruang demokrasi agar tetap terbuka dan adil.
Adapun organisasi yang tergabung dalam Aliansi Banyumas Raya di antaranya BEM Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), BEM Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), BEM Universitas Perwira Purbalingga (Unperba), BEM Amikom Purwokerto, DEMA UIN Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Purwokerto, serta sejumlah BEM fakultas dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Banyumas.


















