BERITAOPINI.ID SURAKARTA JATENG | Menjelang arus mudik Lebaran 1447 H, Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai memperketat pengawasan lalu lintas. Sebanyak 12 titik rawan kemacetan dan 6 titik rawan kecelakaan (laka) telah dipetakan sebagai langkah antisipasi lonjakan kendaraan yang diprediksi mencapai 8 juta unit selama periode mudik tahun ini.
Kepala Dishub Solo, Taufiq Muhammad, menyatakan bahwa penumpukan volume kendaraan diperkirakan terjadi di area-area strategis seperti persimpangan jalan, perlintasan kereta api sebidang, hingga pusat keramaian.
Berdasarkan data harian yang dihimpun Dishub, berikut adalah rincian lokasi yang memerlukan kewaspadaan ekstra bagi para pemudikk anntara lain Gilingan, Ngapeman, Gendengan, Nonongan, Ngemplak, Tugu Wisnu, Kleco, Proliman Balapan, Fajar Indah, dan Faroka.
Sedangkan untuk pusat keramaian dan wisata meliput beberapa tempat ini antara lain Pasar Gede , Solo Square, Pusat Kuliner Pasar Kembang, dan Masjid Raya Sheikh Zayed.
Kemudian untuk perlintasan seebidang meliputi: Kawasan S. Parman, Pasar Nongko, HOS Tjokroaminto, dan Ledoksari.
Jl. Ki Mangun Sarkoro (Simpang Komplang), Jl. Adi Sucipto (Gedung DPRD), Jl. Adi Sumarmo (Kantor Kec. Banjarsari), Jl. Ir. Juanda (SPBU Pucangsawit), Jl. Ahmad Yani (Simpang UTP), dan Jl. Slamet Riyadi (Pengadilan Negeri Solo).
Untuk menjamin kenyamanan pemudik, Dishub Solo telah menyiagakan personel di 6 posko gabungan serta posko internal Dishub. Fasilitas pendukung seperti tim patroli kota (patko), satgas parkir, tim derek, serta teknisi Penerangan Jalan Umum (PJU) juga dipastikan siap beroperasi 24 jam.
“Kami melakukan perbaikan rambu, fasilitas lalu lintas, hingga optimalisasi pantauan melalui CC Room sebagai langkah antisipasi,” ujar Taufiq.
Senada dengan hal tersebut, AKP Surawan Nurjaya selaku Kanit Kamsel Sat Lantas Polresta Solo mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengandalkan teknologi untuk mempercepat respons di lapangan. Sebanyak 232 CCTV yang tersebar di seluruh penjuru kota telah terintegrasi untuk memantau arus kendaraan secara real-time.
Pihak kepolisian memperkirakan lonjakan kendaraan akan mulai terasa signifikan pada 13 hingga 17 Maret 2026. Hal ini bertepatan dengan dimulainya masa libur sekolah, yang diprediksi menjadi pemicu awal pergerakan massa menuju Kota Solo.


















