Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
BeritaKab. Nagan RayaProvinsi Aceh

Ketua DPC Perti Nagan Raya Betindak Sebagai Khatib Shalat Ied Di Gampong Alu Peusaja

23
×

Ketua DPC Perti Nagan Raya Betindak Sebagai Khatib Shalat Ied Di Gampong Alu Peusaja

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID NAGAN RAYA ACEH | Ketua umum DPC PERTI Nagan Raya Dan Pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Syattariyah, Tgk Herman(abu muda), mengajak umat Islam memaknai Idul Fitri sebagai kemenangan hakiki yang ditandai dengan meningkatnya keimanan dan ketakwaan. Hal itu disampaikannya saat menjadi khatib pada pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 H/2026 M di Masjid Nurul Yakin, Desa alu peusaja,kec.suka makmu,kab.nagan raya, Sabtu (21/3).

Dalam khutbahnya, Tgk herman sering di sampa dg sebutan abu muda, menekankan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum spiritual untuk kembali kepada kesucian diri setelah menjalani ibadah puasa Ramadan.

“Yang disebut menang bukanlah mereka yang hanya merayakan dengan pakaian baru dan makanan yang lezat, tetapi mereka yang berhasil melewati ujian Ramadan dengan penuh keimanan dan ketaatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Ramadan merupakan sarana yang diberikan Allah SWT untuk membersihkan dosa-dosa, baik melalui ibadah puasa, salat, sedekah, maupun amal kebaikan lainnya. Oleh karena itu, Idul Fitri menjadi titik awal untuk mempertahankan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Tgk Herman juga mengingatkan pentingnya rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, terutama kesempatan untuk menyelesaikan ibadah Ramadan hingga akhir.

“Tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama. Ada yang tahun lalu bersama kita, namun hari ini sudah tidak lagi bersama. Maka ini menjadi pengingat bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas ibadah,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya menjaga hubungan antar sesama manusia. Menurutnya, kesucian diri tidak akan sempurna tanpa adanya saling memaafkan.

“Hubungan dengan Allah bisa diselesaikan dengan taubat, tetapi hubungan dengan sesama harus diselesaikan dengan saling memaafkan. Inilah makna penting dari halal bihalal,” tegasnya.

Selain itu, Tgk Herman mengajak umat Islam untuk menjaga lisan dan perbuatan agar tidak menyakiti orang lain, serta menjauhi fitnah, prasangka buruk, dan perilaku yang dapat merusak persaudaraan.

Ia juga menekankan bahwa perbedaan dalam pelaksanaan Idul Fitri harus disikapi dengan bijak dan penuh toleransi demi menjaga persatuan umat.

“Perbedaan adalah hal yang tidak bisa dihindari, tetapi persatuan harus tetap kita jaga. Jangan sampai perbedaan merusak ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.

Di akhir khutbah, Tgk Herman berharap Idul Fitri menjadi momentum untuk memperbaiki diri secara menyeluruh dan melanjutkan semangat Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga kita semua termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah dan mampu mempertahankan nilai-nilai kebaikan yang telah kita bangun selama Ramadan,” pungkasnya.

Example 300250 Example 468x60 Example 300250
Penulis: NaraEditor: Okto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60