Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
BeritaKabupaten Penukal Abab Lematang IlirSumatera Selatan

Humas Pertamina Diduga Tendensius Terhadap Jurnalis, Ancaman Kemerdekaan Pers di Lingkungan PHR Zona 4

20
×

Humas Pertamina Diduga Tendensius Terhadap Jurnalis, Ancaman Kemerdekaan Pers di Lingkungan PHR Zona 4

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID PALI SUMSEL | Integritas jurnalisme kembali diuji oleh arogansi korporasi. Alih-alih memberikan jawaban teknis yang substantif terkait keluhan warga, oknum humas Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 justru melontarkan tuduhan tendensius terhadap jurnalis Tintamerah.co, Efran. Ia dituding sengaja “mencari kesalahan” Pertamina hanya karena menjalankan fungsi kontrol sosial.

Tuduhan ini mencuat saat Efran melakukan konfirmasi terkait keresahan warga Desa Benuang, Adera Field, mengenai melubernya limbah air asin ke jalan umum yang mengancam lingkungan sekitar.

Namun, respons yang diterima justru serangan verbal yang mempertanyakan objektivitas sang jurnalis.

Label “Musuh” di Tengah Fakta yang Bicara

Tudingan bahwa Efran sengaja menyudutkan perusahaan plat merah tersebut dinilai sebagai bentuk kepanikan humas dalam menghadapi fakta lapangan. Selama ini, Efran dikenal sebagai wartawan yang “tancap gas” menyoroti berbagai isu krusial di Bumi Serepat Serasan, mulai dari:

  1. Pipa Tua Pertamina: Yang telah memakan korban jiwa akibat ledakan dan mengancam keselamatan warga.
  2. Praktik Lelang Proyek: Dugaan ketidakberesan dalam proses tender di lingkungan perusahaan.
  3. Rekrutmen Karyawan: Isu transparansi dalam penerimaan tenaga kerja lokal.
  4. Pencemaran Lingkungan: Kasus terbaru mengenai limbah air asin di Karta Dewa dan Benuang.

“Posisi jurnalis memang tidak pernah benar-benar aman. Saat memberitakan hal baik dibilang penjilat, saat mengkritik dituduh barisan sakit hati. Tapi tugas kami bukan untuk disukai, melainkan untuk menyampaikan kebenaran,” tegas Efran menanggapi tuduhan tersebut.

Surat Wawancara Eksklusif GM PHR Zona 4 Tak Digubris

Tudingan “mencari kesalahan” sangat kontradiktif dengan upaya profesional yang telah dilakukan redaksi Tintamerah.co. Berdasarkan data internal, Efran telah mengirimkan surat resmi nomor 039/TM/III/2026 perihal Permohonan Wawancara Jurnalistik yang ditujukan langsung kepada GM PHR Zona 4, Djujuwanto, pada Maret 2026.

Dalam surat tersebut, redaksi justru ingin mengangkat topik edukatif mengenai:

  1.  Optimalisasi Produksi: Target 30.305 BOPD tahun 2026 dan tantangan teknisnya.
  2. Dampak Ekonomi: Bagaimana operasional Pertamina mendongkrak PAD Kabupaten PALI.
  3. Tanggung Jawab Sosial (CID/CSR): Sinergi perusahaan dengan masyarakat lokal.

Hingga berita ini diturunkan, surat permohonan wawancara resmi tersebut tidak pernah dijawab oleh pihak manajemen PHR Zona 4. Sikap bungkam ini justru memperkuat dugaan adanya sumbat informasi dan sikap anti-kritik di tubuh perusahaan.

Melawan Pembungkaman Pers

Efran, yang memiliki kualifikasi sebagai Wartawan Madya bersertifikat Dewan Pers, menegaskan bahwa konfirmasi adalah bagian dari upaya perimbangan berita (cover both sides). Jika ruang konfirmasi justru dijawab dengan justifikasi negatif, maka integritas humas patut dipertanyakan.

“Data kami dapat dari warga, bukan karangan. Justru kami bertanya untuk memberi ruang bagi Pertamina menjelaskan hasil pengecekan HSSE mereka di lapangan. Kalau bertanya dianggap mencari kesalahan, lalu apa fungsi humas?” pungkasnya.

Example 300250 Example 468x60 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60