Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
BeritaKota PalembangSumatera Selatan

Tenda Persinggahan Peziarah Ceng Beng April 2026: Wujud Partisipasi Sosial Piti Sumsel Dalam Perkuat Nilai Kebersamaan

21
×

Tenda Persinggahan Peziarah Ceng Beng April 2026: Wujud Partisipasi Sosial Piti Sumsel Dalam Perkuat Nilai Kebersamaan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID PALEMBANG SUMSEL | Dalam rangka memperingati tradisi Ceng Beng yang memiliki makna penting dalam budaya Tionghoa sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumatera Selatan kembali menunjukkan komitmen sosialnya melalui penyelenggaraan Tenda Persinggahan Peziarah Ceng Beng. 03 April 2026

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi organisasi dalam mendukung kelancaran aktivitas masyarakat sekaligus mempererat harmoni sosial lintas budaya.

Tenda persinggahan tersebut difungsikan sebagai ruang istirahat bagi para peziarah yang melaksanakan ritual ziarah kubur, khususnya di tengah kondisi cuaca yang cenderung panas pada bulan April. Selain menyediakan tempat berteduh, panitia juga menghadirkan layanan air minum, makanan ringan, serta bantuan kesehatan ringan sebagai bentuk kepedulian terhadap kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

Secara akademis, kegiatan ini dapat dipahami sebagai manifestasi dari praktik social solidarity dan civic engagement, di mana organisasi masyarakat berperan aktif dalam menjembatani nilai-nilai budaya dan keagamaan dengan semangat kemanusiaan universal. Tradisi Ceng Beng tidak hanya dilihat sebagai ritual budaya, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat kohesi sosial dan toleransi antar komunitas.

Ketua Masjid Muhammad Cheng Ho Palembang, Koh Yan, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari dakwah sosial yang inklusif. Ia menegaskan bahwa kehadiran PITI Sumsel melalui fasilitas persinggahan ini mencerminkan nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, yaitu memberikan manfaat bagi seluruh umat manusia tanpa memandang latar belakang.

“Momentum Ceng Beng ini bukan hanya tentang tradisi, tetapi juga tentang bagaimana kita menghadirkan nilai kepedulian dan pelayanan kepada sesama. Kami ingin menunjukkan bahwa Islam dan budaya dapat berjalan beriringan dalam harmoni yang konstruktif,” ujar Koh Yan.

Sementara itu, Ketua PITI Sumatera Selatan, Ko Karmed, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan kebangkitan organisasi yang berorientasi pada kontribusi nyata di tengah masyarakat. Ia menyebut bahwa PITI Sumsel Bangkit tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui aksi sosial yang berdampak langsung.

“Kami ingin PITI hadir sebagai organisasi yang adaptif, responsif, dan solutif terhadap kebutuhan masyarakat. Tenda persinggahan ini adalah simbol kebersamaan dan kepedulian yang kami bangun bersama,” ungkap Ko Karmed.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif bahwa keberagaman budaya dan agama bukanlah penghalang, melainkan potensi untuk memperkuat persatuan. PITI Sumsel melalui inisiatif ini menegaskan perannya sebagai aktor sosial yang aktif dalam merawat nilai toleransi, solidaritas, dan kemanusiaan di tengah masyarakat multikultural.

Salam PITI, Salam Indahnya Kebersamaan dalam Keberagaman Umat Lintas Agama.

Example 300250 Example 468x60 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60