BERITAOPINI.ID JAKARTA | Sebanyak 10.000 driver ojek online roda dua, roda empat, dan kurir online akan menggelar aksi nasional serentak pada Rabu (14/1/2026) dengan titik utama di Istana Presiden Republik Indonesia dan Kedutaan Besar Amerika Serikat. 13 Januari 2026
Aksi ini diikuti driver dari lima kota dan kabupaten, yakni Jakarta, Karawang, Bekasi, Depok, dan Tangerang, sebagai bentuk protes atas lebih dari 10 tahun ketiadaan kepastian hukum bagi driver transportasi online.
Agung Wibowo, selaku Panglima Aksi, menegaskan bahwa driver online sudah terlalu lama berada dalam ketidakpastian.
“Lebih dari 10 tahun driver online roda dua, roda empat, dan kurir bekerja tanpa kepastian hukum. Saatnya 10.000 driver bergerak bersama menuju Istana Presiden untuk menuntut kehadiran negara,” ujar Agung.
Sementara itu, Cecep Saripudin, Ketua Umum Ojek Online (O²) sekaligus Penanggung Jawab Aksi, menyampaikan tuntutan utama aksi, yakni percepatan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Transportasi Online.
Adapun tuntutan yang disuarakan meliputi:
- Penghapusan tarif hemat
- Pembatasan komisi aplikator maksimal 10 persen
- Pemenuhan jaminan sosial bagi driver online, termasuk BPJS gratis, pendidikan gratis, dan perumahan
Digital forensik terhadap aplikator untuk mengaudit sistem dan algoritma
Selain tuntutan nasional, massa aksi juga membawa pesan solidaritas internasional terhadap Venezuela, merujuk amanat Pembukaan UUD 1945 tentang penghapusan penjajahan di dunia.
“Kami menyatakan sikap: hapuskan penjajahan dalam bentuk apa pun terhadap Venezuela,” tegas Cecep.
Aksi akan berlangsung damai dan pihaknya memohon maaf kepada masyarakat serta pengguna jalan atas potensi gangguan lalu lintas di sekitar lokasi aksi, tutup Saham Lamganda selaku humas aksi.
















