Example floating
Example floating
Example 468x60
BeritaDKI Jakarta

Menanam Toleransi, Menuai Harmoni: Langkah FKUB Jaktim Lewat Sekolah Sadar Kerukunan

36
×

Menanam Toleransi, Menuai Harmoni: Langkah FKUB Jaktim Lewat Sekolah Sadar Kerukunan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID JAKARTA |  Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Timur terus menggencarkan program Sekolah Sadar Kerukunan sebagai langkah konkret menanamkan nilai toleransi dan moderasi beragama di lingkungan pendidikan. Program ini digulirkan sebagai respons atas isu belakangan terkait praktik perundungan (bullying), kekerasan verbal, hingga kekerasan fisik di kalangan pelajar yang dipicu oleh rendahnya kesadaran menjaga kerukunan.

Program ini akan diperluas dengan sasaran siswa SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Tidak hanya pelajar, FKUB juga melibatkan orang tua, guru Bimbingan Konseling (BK), serta kader PKK sebagai garda terdepan yang turun langsung ke masyarakat. Melalui peran mereka di Pusat Informasi Keluarga (PIK), edukasi tentang pentingnya kerukunan diharapkan dapat menjangkau lingkungan keluarga.

Dalam pelaksanaannya, setiap kelas diberikan materi khusus tentang kerukunan beragama disertai contoh kasus nyata. Siswa kemudian dibagi dalam kelompok untuk membahas satu kasus yang dikerjakan bersama, dituangkan dalam bentuk clipchart, serta dipresentasikan melalui roleplay tentang cara mengatasi permasalahan tersebut. Metode partisipatif ini diharapkan mampu membangun suasana kelas yang rukun sekaligus melatih empati dan penyelesaian konflik secara damai.

FKUB Jakarta Timur juga menargetkan kerja sama lintas sektor dengan melibatkan seluruh pelajar melalui koordinasi bersama Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur Wilayah 1 dan 2. Sinergi dilakukan bersama Wali Kota Jakarta Timur melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Kesbangpol, Sudin Pendidikan, Dinas PPAPP, serta PKK guna memastikan program berjalan berkelanjutan.

Program ini merupakan langkah preventif dan investasi jangka panjang. Target besarnya adalah menyambut bonus demografi 2035, ketika generasi muda saat ini telah memasuki dunia kerja dengan bekal nilai kerukunan yang kuat, tanpa intoleransi, kekerasan verbal, rasisme, maupun isu SARA.

“Harapan kami sederhana, semua rukun. Kami akan terus berupaya sampai anak-anak kita sadar sendiri tentang pentingnya menjaga kerukunan beragama, khususnya di Jakarta Timur,” ujar Ketua FKUB Jaktim, H. Ahmad Ridwan, S.E., M.M.

Melalui kolaborasi dan edukasi berkelanjutan, FKUB optimistis nilai-nilai toleransi dapat tertanam kuat, menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, harmonis, dan menjadi fondasi kokoh bagi masa depan Jakarta Timur.

Selain di lingkungan sekolah, FKUB Jakarta Timur juga menyampaikan harapan kepada masyarakat menjelang momentum hari besar keagamaan seperti Imlek, bulan suci Ramadan, hingga Idulfitri agar tetap menjaga kerukunan. FKUB menegaskan bahwa seluruh warga apapun agamanya adalah serumpun dan bersaudara. Nilai persaudaraan tersebut tidak hanya dijaga di dalam rumah dan ruang kelas, tetapi juga harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Example 300250 Example 468x60 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *