Example floating
Example floating
Example 468x60
BeritaJawa TengahKota Surakarta

Sempat Bersitegang, Pedangan Takjil di Solo Bisa Berdagang Kembali

34
×

Sempat Bersitegang, Pedangan Takjil di Solo Bisa Berdagang Kembali

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID SURAKARTA JATENG | Pedagang takjil Solo yang berlaokasi di Jalan dr. Radjiman sempat bersitegang dengan Polisi Pamong Praja pada Rabu (18/02/2026). Persinggungan ini dipengaruhi oleh Surat Edaran (SE) dari Walikota mengenai aturan dalam menggelar lapak konsumsi takjil pada Ramadahan 1447 H.

Upaya penertiban yang dilakukan oleh Polisi Pamong Praja Solo itu, sempat membikin gesekan. Burhan Hilal selaku tokoh masyrakat yang mengawal para pedagang takjil itu mengatakan bahwa SE dari Walikota Surakarta dinilainya timpang.

Surat Edaran Nomor 26 Tahun 2026 tentang Penetapan Pedagang takjil Ramadhan disinyalir menjadi landasan dasar bagi para polisi pamong praja untuk menertibakan para pedagang takjil.

Syahdan, para pedagang takjil yang mengais pundi-pundi rupiah selama bulan Ramdhan ini mengeluh atas penertiban yang dilangsungkan pada Rabu (18/02/2026).

Burhan menilai SE dari Walikota itu tersirat diskriminatif bagi para pedagang takjil yang hanya berdagang saat menjelang waktu berbuka puasa. Protes menyeruak lantaran dinilai diskriminatif, para pedagang dengan didampingi oleh Bilal mengatakan bahwa pihaknya sempat melakukan audiensi dengan DPRD Surakarta.

Hasil Audiensi itu, membeberkan bahwa DPRD Solo menekan Walikota Solo agar mencabut SE yang dinilai diskriminatif bagi para pedangang takjil di Jalan Radjiman itu.

Wakil Walikota Surakarta Astrid Widayani mengatakan bahwa penertiban yang hampir berakhir gesekan itu, bentuk ikhtiar untuk tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.

Penertiban yang dilakukan di Jalan Radjiman pada Rabu (18/02) itu bukan berarti pihak Walikota melarang dan tidak memberikan solusi. Menurut Astrid, pihaknya telah memberikan opsi agar para pedagang takjil dapat menggelar lapaknya di area parkir Masjid Agung Solo.

Syahdan, jalan protocol Dr. Radjiman menurut para pelapak lebih menjanjikan daripada berjualan di halaman parkir masjid.

Kendati kondusivitas lebih penting daripada percekcokan, alhasil para pelapak takjil di Jalan Dr. Radjiman akhirnya dapat melapak kembali. Melalui pantau Beritaopini.id sepanjang jalan dr. Radjiman cukup ramai, dan becek oleh air yang mengguyur solo sejak dari siang tadi.

Example 300250 Example 468x60 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *