Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
BeritaProvinsi Aceh

Presidium KAHMI Aceh, Syaifullah Muhammad: Intelektual Profetik Diperlukan untuk Kemajuan Aceh

53
×

Presidium KAHMI Aceh, Syaifullah Muhammad: Intelektual Profetik Diperlukan untuk Kemajuan Aceh

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID BANDA ACEH | Syaifullah Muhammad, Presidium Korps Alumni HMI (KAHMI) Aceh, menyampaikan bahwa peran intelektual profetik sangat penting dalam proses pembangunan untuk memajukan Aceh dan Indonesia. Intelektual profetik memiliki fungsi mewariskan peran kenabian untuk melakukan transformasi sosial melalui kombinasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai nubuwah (kenabian), dengan dimensi sosial dan transendental. Untuk itu, Syaifullah mengajak para alumni HMI—yang disebutnya sebagai penjaga nalar dan pemilik hati yang jernih dalam proses pembangunan bangsa—mereaktualisasikan kembali nilai independensi HMI yang bersumber pada tauhid.

 

​Hal ini disampaikan dalam Tausiah Kebangsaan yang dilaksanakan oleh Korps Alumni HMI (KAHMI) Aceh, Jumat, 13 Maret 2026, dalam rangkaian acara buka puasa bersama di Gedung Amel, Banda Aceh, yang dihadiri lebih dari 300 anggota KAHMI Aceh.

 

​Dalam orasinya yang memukau selama 30 menit, Syaifullah membedah nilai independensi HMI yang mengharuskan setiap kader untuk tidak memiliki pemihakan kecuali pada kebenaran. Seorang kader HMI tidak boleh tunduk pada kekuatan apa pun, kecuali pada nilai-nilai kebenaran yang bersumber dari Allah SWT yang diwariskan oleh Rasulullah Muhammad SAW.

 

​Kalimat tauhid, Laa ilaha illallah, memiliki makna peniadaan dan pengecualian, makna negasi dan afirmasi. Meniadakan semua yang ditakuti, semua yang dicintai, semua yang membelenggu, dan semua yang membuat tidak berdaya. Laa ilaha adalah deklarasi kebebasan setiap muslim. Illallah mengecualikan semua kebebasan tersebut pada satu-satunya keterikatan, yaitu kepada Allah. Tidak ada tuhan selain Allah, tidak ada yang ditakuti selain Allah, tidak ada yang dicintai kecuali Allah, tidak ada yang membelenggu kecuali Allah, kecuali nilai-nilai kebenaran dari Allah melalui Rasulullah Muhammad SAW. Nilai inilah yang menjadi sumber bagi independensi HMI, urai Syaifullah.

 

​”Melalui nilai independensi yang bersumber dari tauhid ini, dipadukan dengan karakter akademis, pencipta, dan pengabdi dalam tujuan HMI, akan menjadikan kader tangguh tanpa kenal menyerah; menjadi intelektual profetik yang mampu menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta hilirisasi untuk transformasi sosial, kemajuan daerah, dan bangsa dengan tetap mencerminkan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan dari ajaran Nabi,” jelas Syaifullah, yang juga merupakan Direktur Bisnis dan Kepala ARC Nilam Universitas Syiah Kuala (USK).

 

​”Tauhid dan independensi akan mencegah kader HMI menjadi sekadar intelektual tukang yang menjalankan program apa adanya dengan indikator fisik, namun tidak memiliki ruh dan gersang secara spiritual,” lanjut Syaifullah meyakinkan.

 

​Untuk itu, Syaifullah mengajak semua kader HMI dan anggota KAHMI untuk meningkatkan kualitas individu, baik secara material maupun spiritual. Kader HMI harus berhasil dalam pekerjaannya di mana pun berada. Selain untuk kesejahteraan individu, kerja adalah ibadah untuk memberi kebaikan bagi lingkungan, masyarakat, bangsa, dan negara. Inilah manifestasi dari komitmen keislaman dan keindonesiaan HMI.

 

​Syaifullah memberikan lima kunci tambahan untuk berhasil dalam menjalankan fungsi kemanusiaan dalam bingkai keislaman dan kebangsaan. Pertama, selalu bersyukur dan berterima kasih atas berbagai rezeki, rahmat, dan kenikmatan yang diberikan Allah. Bersyukur akan menarik nikmat Allah datang kembali. Kedua, selalu ikhlas. Terima semua peristiwa yang kita alami dengan kesabaran. Kekecewaan, fitnah, penderitaan, dan kesulitan adalah keniscayaan dalam kehidupan. Ikhlaskan semua. Ketiga, apresiasi diri sendiri. Allah sudah mentakdirkan berbagai kebaikan dan keunggulan kita sebagai manusia. Anugerah akal, nafsu, dan hati nurani (dhamir) adalah kualitas insani yang tidak dimiliki makhluk lain. Hargai itu, gunakan untuk proses kemanusiaan menuju kesejahteraan. Keempat, selalu berbahagia apa pun keadaannya. Kebahagiaan akan membawa manusia pada frekuensi tinggi, menarik energi semesta. Miliki kualitas hati yang bening dan lembut agar mudah merasakan kebahagiaan. Dan kelima, lakukan usaha dengan maksimal, gunakan semua potensi kemanusiaan untuk kemajuan individu, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

 

​”Pada akhirnya, kita memang harus bekerja dengan semua potensi kemanusiaan kita untuk kebaikan masyarakat dan bangsa kita, sebagai jalan pulang yang baik kepada Allah SWT,” tutup Syaifullah.

 

​Acara Tausiah Kebangsaan ini diikuti lebih dari 500 kader HMI yang juga merupakan anggota KAHMI dengan berbagai latar belakang, mulai dari kalangan akademisi, politisi, birokrat, pengusaha, hingga insan pers. Acara juga diisi dengan sambutan dari Korpres KAHMI, Prof. Syamsul Rizal, serta dihadiri oleh sejumlah presidium dan pengurus KAHMI dari seluruh Aceh.

Example 300250 Example 468x60 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60