Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
Bandar LampungBeritaHeadline

Ketua BEM FEB Unila Tegas Tolak Kehadiran Presiden Prabowo di Lampung

23
×

Ketua BEM FEB Unila Tegas Tolak Kehadiran Presiden Prabowo di Lampung

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID BANDAR LAMPUNG | Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (BEM FEB Unila), M. Zidan, menyatakan penolakan terhadap kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Provinsi Lampung.

Menurut Zidan, penolakan tersebut merupakan bentuk kekecewaan atas kepemimpinan Presiden Prabowo yang dinilai gagal menjaga marwah ekonomi bangsa. Oleh karena itu, kehadiran Presiden di Lampung dianggap tidak layak diterima oleh masyarakat yang saat ini masih menghadapi berbagai kesulitan ekonomi.

“Kami menolak kehadiran Presiden Prabowo di Lampung. Penolakan ini bukan sekadar kritik terhadap kebijakan tertentu, melainkan penilaian terhadap kepemimpinan nasional yang kami anggap gagal menjaga kehormatan dan marwah ekonomi Indonesia. Seorang presiden yang belum mampu menjawab berbagai persoalan ekonomi rakyat tidak pantas datang ke Lampung seolah tidak ada masalah yang sedang dihadapi bangsa ini,” tegas Zidan.

Ia menilai bahwa hingga saat ini masyarakat masih dihadapkan pada berbagai persoalan ekonomi yang berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari. Dalam kondisi tersebut, menurutnya, kehadiran Presiden justru berpotensi menimbulkan kemarahan publik karena dianggap tidak sejalan dengan realitas yang dirasakan masyarakat.

“Rakyat sedang menghadapi tekanan ekonomi, sementara pemerintah gagal menunjukkan capaian yang dapat dibanggakan. Karena itu, kami menilai Presiden Prabowo tidak pantas menginjakkan kaki di Tanah Lampung sebelum mampu membuktikan keberhasilannya dalam menjaga ekonomi bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” lanjutnya.

Zidan menegaskan bahwa Lampung merupakan daerah yang memiliki sejarah panjang perjuangan dan keberanian dalam menyuarakan kebenaran. Oleh sebab itu, masyarakat Lampung tidak boleh diam ketika melihat kondisi bangsa yang dinilai semakin menjauh dari cita-cita kesejahteraan dan keadilan ekonomi.

“Kehadiran seorang kepala negara seharusnya membawa kebanggaan bagi rakyat. Namun ketika rakyat justru merasakan kekecewaan dan kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinannya, maka penolakan adalah bentuk sikap moral yang sah dalam negara demokrasi.”

Di akhir pernyataannya, Zidan mengajak seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, dan pemuda Lampung untuk tetap kritis terhadap jalannya pemerintahan serta berani menyampaikan aspirasi demi menjaga kepentingan rakyat dan masa depan bangsa.

“Lampung bukan tempat untuk mencari legitimasi di tengah kegagalan menjaga marwah ekonomi bangsa. Selama rakyat masih menanggung akibat dari kepemimpinan yang kami nilai gagal, kami dengan tegas menolak kehadiran Presiden Prabowo di Provinsi Lampung,” tutup Zidan.

Example 300250 Example 468x60 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60