Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
BeritaHeadlineKabupaten Penukal Abab Lematang IlirSumatera Selatan

Kader PC PMII Kabupaten PALI Muhammad Rizky Apriansyah: Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Mari Bersama Membangun Desa untuk Kemajuan PALI

26
×

Kader PC PMII Kabupaten PALI Muhammad Rizky Apriansyah: Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Mari Bersama Membangun Desa untuk Kemajuan PALI

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID PALI, SUMSEL | Momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang bagaimana generasi hari ini mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata, kepedulian, serta keberanian membangun daerah dari tingkat paling bawah. Senin. (17/8/2026).

Kader Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten PALI, Muhammad Rizky Apriansyah, menyampaikan ucapan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 kepada seluruh masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Kemerdekaan harus kita maknai sebagai tanggung jawab bersama untuk terus membangun, menjaga persatuan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Indonesia yang maju harus dimulai dari desa-desa yang kuat, mandiri, dan diperhatikan,” ujar Muhammad Rizky Apriansyah.

Menurutnya, desa memiliki posisi penting dalam menentukan arah pembangunan Kabupaten PALI. Desa bukan sekadar wilayah administratif, melainkan tempat masyarakat menjalankan kehidupan, mengembangkan ekonomi, memperoleh pelayanan dasar, serta menjadi bagian utama dari masa depan daerah.

Karena itu, semangat kemerdekaan tahun ini dinilai harus diterjemahkan menjadi semangat untuk membangun desa bersama-sama.

Muhammad Rizky menilai pembangunan PALI tidak cukup hanya dilihat dari pembangunan fisik atau angka-angka keberhasilan di atas kertas. Kemajuan harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama mereka yang berada di wilayah pedesaan dan daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses.

“Jangan sampai kemerdekaan hanya kita rayakan dengan upacara dan seremonial. Setelah bendera diturunkan, semangat membangun juga jangan ikut diturunkan. Masyarakat membutuhkan bukti nyata berupa pelayanan yang baik, akses jalan yang layak, pendidikan yang berkualitas, pelayanan kesehatan yang mudah, serta kesempatan ekonomi bagi generasi muda,” katanya.

Desa Harus Menjadi Titik Awal Kemajuan PALI

Ia juga mengajak pemerintah daerah, pemerintah desa, pemuda, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun komunikasi serta kolaborasi yang lebih kuat.

Menurutnya, pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian. Namun demikian, masyarakat juga berhak menyampaikan kritik ketika pembangunan belum berjalan sesuai harapan.

“Kritik bukan berarti membenci pemerintah. Kritik adalah bentuk kepedulian agar kebijakan tidak jauh dari kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah dan pemerintah desa harus membuka ruang dialog yang seluas-luasnya kepada masyarakat, khususnya pemuda,” tegasnya.

Ia berharap setiap desa di Kabupaten PALI mampu memiliki arah pembangunan yang jelas, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Potensi desa, mulai dari pertanian, perkebunan, UMKM, ekonomi kreatif, hingga potensi sumber daya manusia, harus dikembangkan secara serius.

“Jangan sampai desa hanya menjadi objek pembangunan. Desa harus menjadi subjek pembangunan. Masyarakat desa harus dilibatkan sejak perencanaan, pelaksanaan sampai pengawasan,” ujarnya.

Sedikit Pemerintah, Banyak Kerja Nyata

Muhammad Rizky juga memberikan pesan kepada pemerintah daerah agar momentum HUT ke-81 RI tidak berhenti pada slogan tentang kemajuan.

Menurutnya, masyarakat PALI membutuhkan pemerintah yang hadir dengan kerja nyata dan mampu menjawab persoalan sehari-hari.

“Pemerintah jangan hanya sibuk membangun citra. Yang lebih penting adalah membangun kepercayaan masyarakat. Karena kepercayaan tidak lahir dari banyaknya spanduk atau slogan, tetapi dari kebijakan yang benar-benar menyentuh kehidupan rakyat,” katanya.

Ia juga mengingatkan pemerintah desa agar penggunaan anggaran pembangunan dilakukan secara terbuka dan benar-benar diarahkan untuk kepentingan masyarakat.

“Dana dan program pembangunan harus memberikan manfaat yang jelas. Masyarakat berhak tahu bagaimana pembangunan direncanakan dan bagaimana anggaran digunakan. Transparansi bukan beban bagi pemerintah desa, tetapi bagian dari tanggung jawab kepada masyarakat,” lanjutnya.

Ia menambahkan, pembangunan jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, kesehatan, jaringan komunikasi, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi perhatian bersama.

Pemuda Jangan Hanya Menjadi Penonton

Sebagai kader PMII, Muhammad Rizky juga mengajak pemuda PALI untuk tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan daerah.

Menurutnya, pemuda memiliki energi, gagasan, dan keberanian untuk menjadi bagian dari perubahan.

“Pemuda jangan hanya menunggu pemerintah bergerak. Kita juga harus bergerak. Mari ikut menjaga desa, mengawal pembangunan, mengembangkan potensi masyarakat, membantu UMKM, menghidupkan kegiatan sosial, dan menyampaikan kritik secara konstruktif,” ungkapnya.

Ia berharap semangat gotong royong yang menjadi bagian dari karakter masyarakat Indonesia tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Baginya, PALI maju bukan hanya tanggung jawab Bupati, pemerintah daerah, atau kepala desa, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat PALI.

Pemerintah memiliki kewajiban menjalankan pemerintahan dengan baik, sementara masyarakat memiliki hak sekaligus tanggung jawab untuk ikut mengawasi dan memberikan kontribusi.

“Kalau pemerintah bekerja, masyarakat mendukung. Kalau ada kekurangan, masyarakat mengingatkan. Kalau ada keberhasilan, kita apresiasi. Inilah demokrasi yang sehat. Jangan sampai kritik dianggap sebagai ancaman, dan jangan pula dukungan dimaknai sebagai alasan untuk berhenti berbenah,” tuturnya.

Dirgahayu RI ke-81, Bersama Membangun PALI

Menutup pernyataannya, Muhammad Rizky Apriansyah kembali mengajak seluruh masyarakat Kabupaten PALI menjadikan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia sebagai momentum memperkuat persatuan dan mempercepat pembangunan dari desa.

“Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Mari kita isi kemerdekaan dengan kerja nyata. Mari kita bangun desa, kita kuatkan masyarakat, kita beri ruang kepada pemuda, dan kita kawal pembangunan agar benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujarnya.

Ia berharap dari desa-desa yang kuat akan lahir Kabupaten PALI yang semakin maju, mandiri, dan berdaya saing.

“Indonesia untuk kita semua. PALI untuk kita semua. Mari bersama membangun desa, karena kemajuan PALI tidak akan lahir hanya dari pusat pemerintahan, tetapi dari desa-desa yang hidup, masyarakat yang bergerak, dan pemuda yang berani mengambil peran.”

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.

17 Agustus 2026.

Merdeka!

Example 300250 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60