Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
BeritaHeadlineKota PalembangSumatera Selatan

Usai Salat Istisqa, Gubernur Herman Deru Lepas 150 Delegasi NU Sumsel Menuju Muktamar ke-35 di Jombang

26
×

Usai Salat Istisqa, Gubernur Herman Deru Lepas 150 Delegasi NU Sumsel Menuju Muktamar ke-35 di Jombang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID PALEMBANG, SUMSEL | Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai pelepasan delegasi dan rombongan Nahdlatul Ulama (NU) Sumatera Selatan menuju Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Selasa 25/8/2026

Pelepasan yang berlangsung di Griya Agung Palembang, dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumsel dan Pemerintah Kota Palembang.

Momentum pelepasan tersebut berlangsung setelah Gubernur Sumsel bersama jajaran ASN Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan keluarga besar jam’iyah NU terlebih dahulu melaksanakan Salat Istisqa, sebagai ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau dan persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

Salat Istisqa yang digelar di lingkungan Griya Agung tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama pemerintah dan masyarakat untuk memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun dan kondisi lingkungan di Sumatera Selatan kembali membaik. Pelaksanaan Salat Istisqa di Griya Agung sebelumnya memang telah diagendakan Pemprov Sumsel sebagai salah satu ikhtiar menghadapi dampak kemarau dan karhutla.

Usai pelaksanaan Salat Istisqa, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan rombongan delegasi NU Sumsel yang akan mengikuti Muktamar ke-35 NU.

Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., Wali Kota Palembang Drs. H. Ratu Dewa, M.Si unsur Forkopimda dan pejabat terkait lainnya.

Dari jajaran NU Sumsel, Hadir jajaran Rois Surya, Kh. Syarifuddin Yakub, Ketua PWNU Sumsel KH. Hendra Zainuddin Al-Qodiri beserta jajaran pengurus, pengurus PCNU Kota palembang, badan otonom (Banom), lembaga-lembaga NU, hingga Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) sekota palembang.

Ketua PWNU Sumatera Selatan KH. Hendra Zainuddin Al-Qodiri dalam sambutannya menyampaikan bahwa sedikitnya 150 jamaah menjadi bagian dari rombongan NU Sumsel yang akan bertolak menuju Jombang untuk mengikuti Muktamar ke-35 NU.

Rombongan tersebut, kata dia, merupakan representasi dari berbagai unsur dan tingkatan kepengurusan NU di Sumatera Selatan.

“Kurang lebih ada 150 jamaah yang berangkat, terdiri dari pengurus PWNU, PCNU Palembang, badan otonom, lembaga-lembaga NU hingga MWCNU. Kami berangkat dengan penuh semangat untuk mencari keberkahan,” ujar KH. Hendra.

Menurutnya, keberangkatan tersebut bukan sekadar perjalanan organisasi, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar untuk menghadiri forum tertinggi NU dengan membawa aspirasi dan semangat warga Nahdliyin Sumatera Selatan.

Muktamar ke-35 NU sendiri akan digelar pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Forum tersebut menjadi ruang permusyawaratan tertinggi NU untuk membahas berbagai persoalan keagamaan dan kemasyarakatan, mengevaluasi organisasi, merumuskan program kerja lima tahun ke depan, rekomendasi kebangsaan, hingga menentukan kepemimpinan NU periode berikutnya.

Muktamar ke-35 mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa.” Tema tersebut menegaskan orientasi NU untuk menjaga marwah organisasi sekaligus memperluas pengabdian dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam kesempatan itu, KH. Hendra kembali menegaskan komitmen PWNU Sumsel untuk terus membangun sinergi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

“NU Sumsel terus berkomitmen untuk terus bersinergi bersama Pemerintah Provinsi. NU itu ada untuk negara, untuk masyarakat dan untuk kemaslahatan umat,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap keberangkatan rombongan NU Sumsel.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua stakeholder yang telah membantu jam’iyah NU, Pak Gubernur, Kapolda, Pangdam, Pak Wali Kota dan seluruh Forkopimda serta semua pihak yang telah memberikan dukungan,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh delegasi yang akan mengikuti Muktamar ke-35 NU.

Ia berpesan agar seluruh rombongan mengikuti Muktamar dengan penuh kegembiraan, menjaga persaudaraan serta membawa nama baik Sumatera Selatan.

“Selamat menunaikan Muktamar dengan riang gembira. Jamaah yang berangkat ini adalah representasi dari warga Sumatera Selatan,” ujar Herman Deru.

Menurut Herman Deru, keberangkatan delegasi NU Sumsel memiliki arti penting karena Muktamar merupakan forum strategis yang akan menentukan arah perjalanan NU ke depan.

“Kita berharap Muktamar ini akan banyak membawa manfaat bagi negara dan daerah, wabilkhusus Sumatera Selatan,” katanya.

Herman Deru juga menyampaikan bahwa berdasarkan laporan yang diterimanya, sekitar 67 persen warga Sumatera Selatan merupakan Nahdliyin.

Besarnya jumlah warga Nahdliyin tersebut, menurut Herman Deru, menunjukkan bahwa NU memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial kemasyarakatan di Sumatera Selatan.

“Pada saat ini kami menerima laporan bahwa 67 persen warga Sumsel ialah Nahdliyin,” ungkapnya.

Karena itu, ia berharap delegasi Sumsel dapat membawa semangat kebersamaan dan memberikan kontribusi pemikiran terbaik dalam Muktamar.

Berharap Lahir Pemimpin Terbaik

Herman Deru juga mengajak seluruh delegasi untuk mengikuti seluruh rangkaian Muktamar dengan penuh semangat, menjaga kekompakan dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan.

Ia berharap forum permusyawaratan terbesar NU tersebut dapat menghasilkan keputusan terbaik serta melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi semakin kuat dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Kita berdoa mencapai hasil yang baik, pemimpin yang baik,” ujarnya.

Muktamar ke-35 NU sendiri diproyeksikan menjadi momentum penting bagi NU dalam merumuskan arah perjuangan lima tahun mendatang. Panitia Muktamar mencatat persiapan peserta telah melibatkan struktur kepengurusan NU dari berbagai tingkatan, termasuk PWNU, PCNU dan PCINU.

Pelepasan delegasi NU Sumsel di Griya Agung menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah daerah dan jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Kehadiran unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, DPRD dan jajaran Forkopimda menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap perjalanan delegasi Sumatera Selatan menuju forum nasional NU.

Dengan bekal doa melalui Salat Istisqa dan dukungan pemerintah daerah, rombongan NU Sumsel kemudian dilepas menuju Jombang untuk mengikuti Muktamar ke-35 NU.

Rombongan diharapkan tidak hanya membawa aspirasi warga Nahdliyin Sumatera Selatan, tetapi juga membawa semangat menjaga marwah NU, memperkaya khidmah dan memperkuat kontribusi NU bagi kemaslahatan bangsa dan negara.

Example 300250 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60