BERITAOPINI.ID PALI, SUMSEL | Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) dengan nomor 24.312.138 diduga kuat menyalahi aturan dengan mengizinkan sejumlah kendaraan melakukan pengisian berulang, yang mengakibatkan kendaraan lain tidak kebagian Bahan Bakar Minyak (BBM) pada jalur diesel atau solar.
Hal ini terungkap dari keluhan salahsatu pengendara yang dilarang mengisi BBM jenis solar, padahal dirinya telah mengikuti antrian panjang hingga berjam-jam. Namun, saat tiba giliran mengisi BBM jenis solar dirinya malah dilarang oleh seorang yang diduga merupakan salahsatu pengurus SPBU tersebut.
Dirinya mengungkapkan bahwa, terdapat sejumlah kendaraan yang ikut mengantri dibelakangnya telah melakukan pengisian BBM jenis solar sebelumnya. Namun janggalnya, kendaraan tersebut dibiarkan mengisi BBM kembali meskipun telah menlakukan pengisian pada hari yang sama.
“Kejadiannya itu sore, saat saya akan mengisi BBM solar tidak diperbolehkan, tetapi mobil-mobil pribadi dibelakang saya ini paginya sudah mengantri dan kebagian solar. Ini malah diperbolehkan lagi untuk mengisi lagi, apa ini tidak menyalahi aturan,” Ungkap Yayan, Sabtu (19/09), dengan nada kesal dan mempertanyakan hal tersebut.
Lebih lanjut, dirinya juga meminta pihak Pertamina Niaga untuk melakukan pemeriksaan dan pengecekan langsung dilapangan, ataupun dari pihak lain yang memeiliki wewenang. Jangan sampai hal ini merugikan masyarakat, apalagi yang telah ikut mengantri panjang untuk mendapatkan BBM.
“Saya pribadi sangat kecewa dan sangat menyayangkan sifat yang ditunjukkan pengurus seperti itu, sangat arogan dan nampak sekali ada mainnya (kecurangan, red). Saya sebagai masyarakat berharap ada tindakan tegas dari pihak berwenang ataupun Pertamina niaga untuk SPBU yang melakukan kecurangan seperti ini,” Imbuhnya.
Sementara, saat dimintai konfirmasi terkait kebenaran tudingan pada SPBU itu, dari penjelasan operator dirinya tidak memiliki wewenang untuk menanggapi, dan disarankan untuk menghubungi nomor yang tertera sebagai pengawas pada setiap pompa pengisian BBM.
Namun hingga berita ini diturunkan, tidak ada respon dari nomor tersebut meskipun telah dikirimkan pesan maupun melakukan panggilan telepon.

















