Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
BeritaHeadlineKota PalembangSumatera Selatan

Santri, ber-IPNU ber-Indonesia : Merawat Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri

100
×

Santri, ber-IPNU ber-Indonesia : Merawat Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID PALEMBANG, SUMSEL | Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, semangat “Santri, ber-IPNU ber-Indonesia” menjadi refleksi penting bagi generasi muda Nahdlatul Ulama untuk meneguhkan identitas kesantrian, memperkuat komitmen kebangsaan, serta mengambil peran nyata dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Santri bukan sekadar identitas bagi mereka yang menempuh pendidikan di pesantren. Lebih dari itu, santri merupakan representasi generasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, akhlak, kedisiplinan, keilmuan, dan pengabdian kepada masyarakat. Sejarah telah mencatat bahwa kaum santri memiliki kontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan, mempertahankan kedaulatan bangsa, serta merawat persatuan di tengah keberagaman Indonesia.

Sekretaris PW IPNU Sumsel, Ahmad Yuzril Azami berpesan bagi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), semangat santri memiliki makna strategis dalam membentuk pelajar yang tidak hanya kuat dalam pemahaman keagamaan, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan, kemampuan intelektual, serta kepekaan terhadap persoalan sosial. IPNU menjadi ruang kaderisasi untuk menumbuhkan generasi muda yang berkarakter, berilmu, dan siap menghadapi tantangan zaman.

“Santri ber-IPNU berarti santri yang memiliki kesadaran berorganisasi, berproses, dan berkhidmat. Melalui IPNU, pelajar didorong untuk mengembangkan potensi diri, memperkuat tradisi keilmuan, membangun kepemimpinan, serta mengamalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dalam kehidupan sehari-hari. Organisasi bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang pembelajaran untuk membentuk tanggung jawab, kedewasaan berpikir, dan kepedulian terhadap umat serta bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, ber-Indonesia merupakan komitmen untuk menjadikan kecintaan terhadap tanah air sebagai dari Iman. Santri dan pelajar NU harus mampu merawat keberagaman, menolak segala bentuk kekerasan atas nama agama, melawan penyebaran paham radikalisme, serta membangun budaya dialog yang berlandaskan toleransi dan persaudaraan

“Nasionalisme santri bukan hanya diwujudkan melalui simbol dan slogan, melainkan melalui tindakan nyata dalam pendidikan, pemberdayaan masyarakat, penguatan demokrasi, dan pembangunan bangsa,” katanya.

Di tengah perkembangan teknologi digital dan derasnya arus informasi, pelajar menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Penyebaran hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, dan berbagai pengaruh negatif di ruang digital menuntut santri untuk memiliki kecakapan literasi digital serta kemampuan berpikir kritis.

“Santri masa kini harus mampu menghadirkan Islam yang moderat, damai, dan mencerahkan, sekaligus menjadi bagian dari solusi atas persoalan masyarakat,” lanjutnya.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum ini harus menjadi pengingat bahwa perjuangan santri terus berlanjut sesuai dengan tantangan setiap zaman. Jika generasi terdahulu berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka generasi santri hari ini memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan, inovasi, serta pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Bagi saya, semangat Santri ber-IPNU ber-Indonesia menjadi ajakan bagi seluruh kader dan pelajar untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat organisasi, serta membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Kader IPNU harus hadir di tengah masyarakat sebagai pelajar yang membawa gagasan, menawarkan solusi, dan menjadi teladan dalam kehidupan sosial maupun kebangsaan,” ucapnya.

Pada akhirnya, menjadi santri bukan hanya tentang siapa kita dan darimana kita berasal, melainkan tentang nilai-nilai yang kita perjuangkan dan manfaat yang kita berikan. Menjadi kader IPNU bukan sekadar mengenakan atribut organisasi, tetapi juga menunjukkan komitmen terhadap ilmu, akhlak, persaudaraan, dan pengabdian.

“Santri ber-IPNU ber-Indonesia adalah semangat untuk menjaga tradisi, mengembangkan potensi, dan merawat Indonesia. Dari pesantren dan ruang-ruang kaderisasi, mari kita lahirkan generasi pelajar yang religius,intelektual, berintegritas, serta siap berkontribusi bagi masa depan bangsa,” tutupnya.

Selamat Hari Santri Nasional 2026, Menguatkan akar tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri.

Example 300250 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60