Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
Uncategorized

Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria Ajak KNPI Perkuat Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana

14
×

Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria Ajak KNPI Perkuat Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Nanda Satria, mengajak generasi muda meningkatkan kepedulian dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Pemuda, khususnya jajaran Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatra Barat, harus mengambil peran strategis sebagai motor penggerak masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Nanda saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penanggulangan Bencana Daerah bersama pengurus KNPI Sumatra Barat di Padang, Sabtu (17/10/2026).

Menurut Nanda, Sumatra Barat merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, hingga erupsi gunung api.

“Ini menjadi momentum bagi kita semua, sebab Sumatra Barat merupakan daerah yang rentan ditimpa bencana. Apalagi menjelang akhir tahun, curah hujan cenderung meningkat. Kondisi ini harus menjadi perhatian dan kewaspadaan bersama,” ujar Nanda.

Nanda menegaskan, penanggulangan bencana bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, melainkan butuh keterlibatan seluruh elemen masyarakat. KNPI sebagai wadah organisasi kepemudaan dituntut hadir di tengah masyarakat dalam mengedukasi langkah-langkah mitigasi.

“Harapan kita ke depan, semoga Sumatra Barat terhindar dari bencana. Untuk itu, peran generasi muda, terutama KNPI, harus menjadi garda terdepan dalam membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” tegas politisi muda tersebut.

Sementara itu, Pejabat Fungsional Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Sumbar, Akli El Bana, memaparkan bahwa ancaman bencana tidak hanya bersumber dari faktor alam. Aktivitas manusia dan dinamika sosial juga dapat memicu bencana nonalam, seperti konflik sosial.

Akli menekankan pentingnya manajemen penanggulangan bencana yang terencana, terpadu, dan berkesinambungan. Tahapan tersebut meliputi mitigasi prabencana, penanganan tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Di sinilah pentingnya kesiapsiagaan. Kita harus mampu mengantisipasi potensi bencana melalui pengorganisasian serta langkah-langkah yang tepat guna dan berdaya guna,” jelas Akli.

Melalui sosialisasi ini, pengurus KNPI Sumbar diharapkan mampu meneruskan edukasi kebencanaan kepada masyarakat luas. Sinergi antara pemerintah, BPBD, dan organisasi kepemudaan menjadi kunci utama dalam membangun Sumatra Barat yang tangguh bencana.

“Kesiapsiagaan bukan hanya tentang bagaimana menghadapi bencana ketika terjadi, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran, mengurangi risiko, dan melindungi keselamatan masyarakat sejak dini,” pungkas Akli.

Example 300250 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60