Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
BeritaHeadlineJawa TengahKabupaten Blora

Aksi “Tumpah Tebu” di Blora Tetap Digelar 1 Juni

33
×

Aksi “Tumpah Tebu” di Blora Tetap Digelar 1 Juni

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID BLORA JAWA TENGAH | Rencana aksi unjuk rasa bertajuk “Tumpah Tebu” yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 1 Juni 2026, di depan Pabrik Gula (PG) GMM Todanan, Kabupaten Blora, dipastikan tetap berjalan. Aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian pendapat di muka umum yang dijamin konstitusi sebagai hak demokratis warga negara.

Koordinator aksi, Exi Wijaya, menegaskan bahwa kegiatan yang melibatkan ratusan petani tebu tersebut akan berlangsung secara damai dan tertib. Menurutnya, aksi ini menjadi ruang bersama bagi rakyat untuk menyampaikan keresahan terhadap kondisi agraria dan masa depan petani kecil.

“Aksi ini menjadi ruang bersama bagi rakyat untuk menyampaikan keresahan, kritik, dan harapan terhadap kondisi agraria serta masa depan petani kecil,” ujar Exi dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Jumat (29/5/2026).

Hasil Koordinasi dengan Polres Blora

Sebelumnya, koordinasi pelaksanaan aksi telah dilakukan di Markas Polres Blora antara seluruh perangkat aksi, jajaran kepolisian, serta unsur TNI. Pertemuan itu bertujuan menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas selama kegiatan berlangsung.

Dalam kesempatan tersebut, Polres Blora menyatakan kesiapan untuk mengawal jalannya aksi. Selain itu, pihak kepolisian juga bersiap membantu pengawalan distribusi tebu milik petani yang akan dikirim ke sejumlah pabrik gula di luar wilayah Blora.

“Hasil panen petani tetap harus terselamatkan di tengah situasi krisis yang sedang dihadapi,” demikian pernyataan resmi dari bagian humas Polres Blora.

Pihak kepolisian juga mengingatkan bahwa dalam mekanisme penyampaian pendapat di muka umum, kepolisian tidak berada dalam posisi “memberi izin”, melainkan menerima pemberitahuan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Rangkaian dan Makna Aksi

Rencananya, Aksi Tumpah Tebu akan diisi berbagai rangkaian kegiatan rakyat, seperti mimbar bebas petani, orasi kerakyatan, pembacaan tuntutan, teatrikal sosial, serta aksi simbolik menumpahkan tebu sebagai bentuk protes atas krisis yang dialami petani.

Exi Wijaya menyebut aksi ini juga menjadi protes atas kegagalan tata kelola industri gula PG GMM yang dampaknya dinilai merugikan petani. “Rakyat tidak boleh terus dijadikan korban dari buruknya manajemen, utang perusahaan, maupun kebijakan industri yang tidak transparan,” tegasnya.

“Petani menanam, merawat, dan menjaga produksi sejak awal, tetapi ketika krisis terjadi, justru rakyat kecil yang paling dahulu menanggung kerugian,” imbuhnya.

Pemilihan tanggal 1 Juni, menurut panitia, bukan tanpa alasan. Tanggal tersebut bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, merujuk pada pidato Bung Karno di depan sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945.

“Maka aksi petani tebu pada 1 Juni memiliki makna moral dan historis: mengingatkan kembali bahwa Pancasila seharusnya hadir membela rakyat kecil, bukan sekadar menjadi slogan,” tutup Exi.

Aksi direncanakan berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dan dipastikan akan dikawal ketat aparat gabungan demi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Example 300250 Example 468x60 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60