Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
BeritaHeadlineJawa TengahKabupaten Demak

Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Pemkab Demak Masifkan Tanam Mangrove dan Normalisasi Sungai

47
×

Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Pemkab Demak Masifkan Tanam Mangrove dan Normalisasi Sungai

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID DEMAK JAWA TENGAH | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak merespons ancaman perubahan iklim dan peningkatkan air pasang laut (rob) di kawasan pesisir melalui aksi nyata pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, kegiatan yang dipusatkan di Desa Tambakbulusan, Kecamatan Karangtengah, pada Sabtu (6/6), diisi dengan penanaman 1.500 bibit mangrove dan dilanjutkan dengan dialog virtual bersama Gubernur Jawa Tengah, Akhmad Luthfi.

Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah, S.E., menyampaikan bahwa persoalan rob di wilayahnya membutuhkan penanganan yang lebih terintegrasi. Kondisi geografis yang rendah membuat penanaman mangrove di bibir sungai harus dibarengi dengan strategi lain.

“Kondisi alam di pesisir Demak air rob terus naik. Kita bersama mencari solusi. Tidak bisa hanya mengandalkan mangrove atau terus meninggikan jalan. Solusinya adalah mencarikan jalan agar air rob kembali ke laut melalui normalisasi dan mengaktifkan kembali sungai-sungai yang sudah mati,” ujar Eisti’anah.

Pemkab Demak saat ini terus mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk Pusat Data dan Informasi Sumber Daya Air serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), guna merealisasikan program normalisasi sungai tersebut.

“Kalau memang ada anggaran, kami dari APBD akan mencari sesuai kemampuan daerah untuk mendukung normalisasi,” katanya.

Selain mitigasi bencana rob, penanganan sampah turut menjadi fokus utama. Pemkab Demak mendorong pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga dan menargetkan pembangunan minimal satu Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) di tiap kecamatan. Hal ini bertujuan menekan volume residu yang bermuara di tempat pembuangan akhir.

Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, H. Akhmad Sugiharto, S.T., M.T., menegaskan bahwa kelestarian lingkungan harus menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, bukan sekadar seremonial. Ia juga menyoroti hambatan normalisasi sungai seperti sedimentasi, bangunan liar di bantaran, hingga kebiasaan membuang sampah sembarangan.

“Menjaga kelestarian lingkungan adalah tugas dan tanggung jawab bersama. Kita tidak hidup selamanya, tetapi lingkungan ini akan diteruskan kepada anak cucu kita. Jika lingkungan baik, Insya Allah manfaatnya juga akan dirasakan generasi mendatang,” ungkapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak, Mulyanto AP., M.Si., M.H. memaparkan sejumlah data terkait pencapaian program penghijauan dan aksi kebersihan lingkungan di wilayah Demak. Berikut adalah rincian capaian tersebut:

– Total bibit mangrove tertanam hingga 2026: 1.844.700 bibit

– Penanaman mangrove sepanjang tahun berjalan: 86.811 bibit

– Tambahan bibit pada Hari Lingkungan Hidup: 1.500 bibit

– Total akumulasi penanaman fase ini: 92.477 bibit

“Hutan mangrove Demak sangat membanggakan. Di Karangtengah, Bonang, dan Wedung kondisinya relatif baik berkat kerja sama masyarakat, komunitas pemerhati lingkungan, dan pemerintah,” pungkas Mulyanto.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kabupaten Demak diharapkan menjadi momentum krusial untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Melalui langkah konkret seperti pemulihan ekosistem pesisir, normalisasi infrastruktur air, dan pengelolaan sampah yang terpadu, Demak berupaya mewujudkan ketahanan iklim demi keberlanjutan hidup generasi mendatang.

Example 300250 Example 468x60 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60