BERITAOPINI.ID DKI, JAKARTA | Seminar bertema “Membangun Ekonomi dan Budaya Papua Melalui Penguatan Peran Kla/Marga Sebagai Aktor Pembangunan” yang diselenggarakan di Auditorium Bahtiar Effendy FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi wadah dialog antara pemerintah, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat Papua dalam merumuskan berbagai langkah strategis menuju pembangunan Papua yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Rabu, (29/7/2026).
Selain dihadiri secara langsung oleh Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) Jakarta dan sivitas akademika UIN Jakarta, kegiatan ini juga dilaksanakan secara hybrid dengan partisipasi Anggota DPR Papua Tengah Jhon Gobai serta lebih dari 150 peserta dari berbagai kelompok masyarakat produktif di Papua, termasuk Pokja Papua Produktif BPP Papua, Kelompok Nelayan KONEPA, Kelompok Rumput Laut Ramaidori, dan jejaring BP3OKP di empat kabupaten.
Berbagai narasumber menyampaikan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung percepatan pembangunan Papua. Pemerintah menegaskan bahwa implementasi Otonomi Khusus, penguatan tata kelola pemerintahan, pemberdayaan ekonomi masyarakat adat, pengembangan sumber daya manusia, serta pendekatan kebudayaan merupakan pilar utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari peserta, terutama masyarakat Papua yang menyampaikan kebutuhan nyata di lapangan. Aspirasi yang mengemuka antara lain perlunya percepatan pembangunan ekosistem hilirisasi komoditas pertanian dan perikanan, revitalisasi infrastruktur pasar, peningkatan akses informasi perdagangan, penguatan konektivitas logistik, hingga penyediaan pelabuhan khusus untuk mendukung distribusi produk lokal.
Peserta juga berharap pemerintah terus memperkuat fasilitasi yang responsif, adil, dan proporsional agar biaya distribusi dapat ditekan, akses pasar semakin terbuka, dan produk unggulan Papua memiliki daya saing yang lebih tinggi di tingkat nasional maupun global.
Melalui seminar ini, berbagai masukan dari masyarakat diharapkan menjadi bagian dari proses penyempurnaan kebijakan pembangunan Papua sehingga pelaksanaan program pemerintah semakin selaras dengan kebutuhan masyarakat adat dan mampu menghasilkan manfaat yang nyata bagi peningkatan kesejahteraan Orang Asli Papua.
Seminar ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat ruang dialog, kolaborasi, dan partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan Papua yang damai, maju, dan berkelanjutan melalui penguatan ekonomi masyarakat adat.


















