Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
BeritaHeadlineJawa TengahKabupaten Batang

Batang Masih Kekurangan 300 Tempat Tidur Rumah Sakit, Dinkes Dorong Pembangunan RS Baru di Wilayah Selatan

31
×

Batang Masih Kekurangan 300 Tempat Tidur Rumah Sakit, Dinkes Dorong Pembangunan RS Baru di Wilayah Selatan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID BATANG, JAWA TENGAH | Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang terus mengupayakan penambahan fasilitas pelayanan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan data tahun 2025, jumlah tempat tidur rumah sakit di Kabupaten Batang baru mencapai 514 unit, sementara kebutuhan diperkirakan lebih dari 800 unit. Untuk mengatasi kekurangan sekitar 300 tempat tidur sekaligus memperluas akses layanan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Batang mendorong pembangunan rumah sakit baru di wilayah selatan.

Kepala Dinkes Kabupaten Batang, dr. Ida Susilaksmi, menjelaskan bahwa kebutuhan tempat tidur rumah sakit dihitung berdasarkan rasio minimal satu tempat tidur untuk setiap 1.000 penduduk. Dengan jumlah penduduk Kabupaten Batang yang telah melampaui 800 ribu jiwa, kapasitas rumah sakit yang tersedia saat ini dinilai belum mencukupi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Kalau yang itu kan 1.000 penduduk satu bed. Tapi kalau lebih, misalnya bisa 1.000 penduduk dua bed, itu tentu lebih bagus juga. Paling tidak, satu tempat tidur untuk 1.000 penduduk,” kata Ida, Selasa (20/10/2026).

Menurutnya, jumlah 514 tempat tidur tersebut merupakan kapasitas rumah sakit yang telah beroperasi dan belum memperhitungkan kemungkinan penambahan dari fasilitas kesehatan baru. Karena itu, peningkatan kapasitas rumah sakit menjadi salah satu kebutuhan yang perlu dipenuhi seiring bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

Selain keterbatasan tempat tidur, Dinkes Batang juga menaruh perhatian pada pemerataan akses pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah selatan. Warga Kecamatan Bawang, Blado, dan Reban masih menghadapi kendala jarak untuk mendapatkan pelayanan rumah sakit. Sebagian masyarakat harus menuju wilayah Limpung maupun pusat Kabupaten Batang untuk memperoleh layanan medis.

“Untuk Bawang, Blado, itu untuk mendapatkan akses rumah sakitnya kan jauh, ke Limpung atau ke Batang. Maka butuh satu rumah sakit untuk daerah atas,” ungkapnya.

Ida menyampaikan bahwa pembangunan rumah sakit di wilayah selatan diharapkan mampu mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Keberadaan fasilitas tersebut juga dapat mengurangi waktu tempuh warga yang membutuhkan penanganan medis sekaligus membantu pemerataan layanan rumah sakit di Kabupaten Batang.

Upaya pembangunan rumah sakit baru itu telah dikomunikasikan kepada pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ida menyebut Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, telah menyampaikan kebutuhan tersebut secara langsung kepada Wakil Presiden saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Batang. Komunikasi serupa juga dilakukan dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan mendapatkan tanggapan positif.

“Pada saat kunjungan Wapres, Pak Bupati sekalian menyampaikan ke Pak Wapres. Beliau juga menyambut positif. Terus saya dan Pak Bupati juga menyampaikan ke Pak Kadinkes Provinsi, beliau juga menyambut positif,” jelasnya.

Meski telah memperoleh respons positif, Ida menegaskan bahwa rencana pembangunan rumah sakit tersebut masih memerlukan sejumlah tahapan sebelum dapat direalisasikan. Pemerintah daerah saat ini masih berupaya menyiapkan lahan yang memenuhi persyaratan, sementara proses pengajuan resmi juga masih berjalan.

“Kalau untuk pastinya nanti bagaimana, kami belum tahu. Makanya ini masih berupaya untuk mencarikan lahannya dulu,” ujarnya.

Dalam proses pencarian lokasi, Dinkes Batang menghadapi kendala terkait kesesuaian peruntukan lahan. Ida mengungkapkan, terdapat lokasi yang sebelumnya dinilai cocok untuk pembangunan rumah sakit. Namun, setelah ditelusuri, lahan tersebut masuk dalam kawasan hijau sehingga pemanfaatannya untuk fasilitas kesehatan belum dapat dipastikan.

“Ada yang pas, tapi ternyata lahan hijau. Ada yang masih belum ketemu,” katanya.

Terkait kebutuhan lahan, Ida memperkirakan pembangunan rumah sakit baru setidaknya memerlukan area seluas satu hektare. Luas tersebut masih dapat disesuaikan dengan tipe rumah sakit, kapasitas pelayanan, serta rancangan bangunan. Apabila lahan yang tersedia terbatas, pembangunan gedung bertingkat dapat menjadi salah satu alternatif dalam perencanaan teknis.

“Paling tidak satu hektare, lebih bagus lagi kalau 1,5 hektare atau lebih. Jadi untuk pengembangan ke depannya lebih gampang,” terangnya.

Hingga saat ini, rencana pembangunan rumah sakit baru di wilayah selatan Kabupaten Batang masih berada pada tahap pencarian lahan dan proses pengajuan. Lokasi pembangunan, tipe rumah sakit, sumber pembiayaan, serta jadwal pelaksanaannya belum ditetapkan.

Example 300250 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60