Example floating
Example floating
Example 468x60
BeritaJawa TengahKabupaten Kendal

Warga Tunggulsari Tegas Tolak Galian C, Forkopimcam Brangsong Gelar Rakor Jaga Kondusivitas

96
×

Warga Tunggulsari Tegas Tolak Galian C, Forkopimcam Brangsong Gelar Rakor Jaga Kondusivitas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID KENDAL JATENG | Pemerintah Kecamatan Brangsong menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) sektoral sebagai upaya menjaga kondusivitas wilayah Desa Tunggulsari, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Kamis (18/12/2025).

Rakor yang berlangsung di Ruang Camat Brangsong itu melibatkan unsur Forkopimcam, pemerintah desa, serta perwakilan masyarakat Desa Tunggulsari. Pertemuan ini menjadi tindak lanjut atas pengaduan warga yang disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Kendal terkait rencana aktivitas tambang galian C di wilayah mereka.

Aspirasi masyarakat dinilai perlu difasilitasi melalui forum bersama agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, sekaligus menjaga stabilitas sosial dan keamanan lingkungan desa.

Dalam rapat tersebut, masyarakat Desa Tunggulsari secara tegas menyampaikan sikap menolak adanya aktivitas tambang galian C. Penolakan itu dilatarbelakangi kekhawatiran akan dampak kerusakan lingkungan, berkurangnya kawasan hijau, serta potensi meningkatnya risiko bencana, mengingat wilayah Brangsong dikenal rawan banjir.

Selain itu, rapat juga menekankan pentingnya peran kepala desa dalam menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat agar persoalan serupa tidak kembali memicu kegaduhan di kemudian hari.

Camat Brangsong, Yunan, menyampaikan bahwa rapat koordinasi berjalan kondusif dan menghasilkan kesepahaman bersama antara pemerintah desa dan masyarakat.

“Alhamdulillah, rapat sore ini menghasilkan suasana islah. Sebenarnya tidak ada konflik, hanya komunikasi yang kurang berjalan sehingga terkesan Desa Tunggulsari tidak kondusif,” ujar Yunan.

Ia menegaskan, aspirasi warga pada prinsipnya bertujuan menjaga kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat.

“Intinya masyarakat ingin lingkungannya tetap terjaga. Mereka menolak galian C karena khawatir dampaknya terhadap kerusakan alam dan potensi bencana,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tunggulsari, Abdul Khamid, menyatakan komitmennya untuk kembali berjalan bersama masyarakat serta mendukung aspirasi yang disampaikan warga.

“Kami siap berkomitmen kembali bersama masyarakat Desa Tunggulsari dan mendukung sepenuhnya aspirasi warga. Kami juga memohon maaf atas kejadian yang telah berlalu,” ucapnya.

Perwakilan warga Desa Tunggulsari sekaligus Ketua RW 03, Bonang, mengapresiasi hasil rapat tersebut karena telah memperjelas sikap pemerintah desa.

“Perjuangan masyarakat menolak galian C hari ini sudah terjawab. Kepala desa sudah kembali bersama masyarakat dan mendukung penolakan tambang karena dampaknya sangat merusak lingkungan,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak akan berhenti memperjuangkan penolakan tambang galian C hingga tujuan benar-benar tercapai.

“Kami tidak akan diam. Justru dengan hadirnya kepala desa yang kini sudah bersama masyarakat, gerakan ini akan semakin masif dan matang,” pungkasnya.

Example 300250 Example 468x60 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *