BERITAOPINI.ID PALI SUMSEL | Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Iwan Tuaji, kembali terlihat menggunakan mobil dinas mewah Toyota Land Cruiser berpelat merah BG 2 P saat menghadiri kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Babussalam, Desa Tempirai Selatan, Kecamatan Penukal Utara.
Pantauan di lapangan, Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, rombongan Wakil Bupati tiba di lokasi dengan pengawalan mobil patwal kepolisian. Iwan Tuaji turun dari kendaraan sport utility vehicle (SUV) premium tersebut dengan mengenakan baju putih, celana hitam, dan peci nasional.
Kedatangannya disambut hangat masyarakat Tempirai. Sejumlah pelajar juga tampak berjejer di pinggir jalan untuk bersalaman dengan orang nomor dua di Kabupaten PALI tersebut.
Namun, kemunculan mobil dinas mewah itu kembali memantik perhatian publik. Pasalnya, kendaraan Toyota Land Cruiser sebelumnya sempat menjadi polemik setelah digunakan oleh kepala daerah, padahal disebut-sebut bukan kendaraan operasional Bupati maupun Wakil Bupati.
Dalam aksi demonstrasi yang digelar aktivis pemuda pada 2025 lalu, Wakil Bupati Iwan Tuaji menegaskan mobil tersebut bukan kendaraan dinas kepala daerah, melainkan kendaraan yang disiapkan khusus untuk tamu VVIP.
“Masalah mobil dinas itu bukan mobil dinas Bupati dan Wakil Bupati, itu mobil tamu VVIP. Dan itu sudah sesuai aturan yang berlaku,” ujar Iwan Tuaji saat menemui massa aksi di Kantor Bupati PALI, Selasa (10/6/2025).
Ia saat itu juga menjelaskan penggunaan mobil tersebut terjadi karena Pemkab PALI belum memiliki kendaraan dinas kepala daerah saat pelantikan di Jakarta.
“Kenapa dipakai mobil itu? Karena kami tidak ada mobil dinas yang harus kami pakai. Ada mobil itu datang dari Setda. Kami naikin. Apakah pernah kami pakai sekarang, tidak pernah,” katanya ketika itu.
Menurutnya, kendaraan tersebut diperuntukkan bagi tamu negara atau pejabat tinggi yang berkunjung ke Kabupaten PALI, seperti gubernur, menteri, hingga presiden.
“Peruntukannya untuk kedatangan gubernur atau menteri. Kalau misalnya Presiden Prabowo datang, tentu kendaraan itu yang dipakai untuk memfasilitasi tamu,” jelasnya.
Namun, fakta di lapangan pada kegiatan Safari Ramadan terbaru justru memperlihatkan kendaraan yang disebut sebagai mobil tamu VVIP itu kembali digunakan oleh Wakil Bupati sendiri.
Situasi ini memunculkan kembali pertanyaan publik, apakah kendaraan tersebut benar hanya untuk tamu VVIP, atau kini telah menjadi kendaraan operasional pejabat daerah.


















