BERITAOPINI.ID PALI SUMSEL | Kasus dugaan korupsi KUR fiktif di Bank Sumsel Babel Cabang Martapura bukan sekadar persoalan angka kerugian negara yang mencapai Rp49 miliar. Lebih dari itu, ini adalah cerminan rapuhnya integritas dalam sistem penyaluran kredit yang seharusnya menjadi tulang punggung pemberdayaan UMKM.
Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada dasarnya dirancang sebagai jembatan bagi masyarakat kecil untuk naik kelas secara ekonomi. Namun ketika skema ini justru dimanipulasi melalui praktik kredit fiktif, maka yang terjadi bukan hanya penyimpangan administratif, melainkan pengkhianatan terhadap tujuan negara dalam membangun keadilan ekonomi.
Ada satu pertanyaan mendasar yang perlu diajukan, “Bagaimana mungkin kredit dalam jumlah besar bisa lolos tanpa verifikasi yang ketat?l⁉️” Ini menunjukkan bahwa masalahnya bukan hanya pada individu, tetapi berpotensi pada sistem yang memberi ruang bagi praktek manipulasi baik karena lemahnya pengawasan, konflik kepentingan, atau bahkan pembiaran.
Lebih memprihatinkan lagi, jika benar keterlibatan orang dalam menjadi bagian dari skema ini, maka publik patut khawatir terhadap kredibilitas lembaga keuangan daerah. Bank daerah seharusnya menjadi simbol kepercayaan dan kedekatan dengan masyarakat, bukan justru menjadi episentrum penyimpangan.
Dampaknya pun tidak sederhana. Kasus seperti ini berpotensi membuat akses KUR menjadi semakin ketat dan birokratis, yang pada akhirnya justru menyulitkan pelaku UMKM yang benar-benar membutuhkan. Ironisnya, kesalahan segelintir pihak harus dibayar oleh masyarakat luas.
Oleh karena itu, kami dari Persatuan Alumni GMNI meminta tegas kepada penegakan hukum harus dilakukan secara transparan dan menyeluruh, bukan sekadar mencari kambing hitam.
Selain itu, reformasi sistem pengawasan internal dan digitalisasi verifikasi data menjadi kebutuhan mendesak agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Pada akhirnya, kasus ini menjadi pengingat bahwa korupsi bukan hanya soal kehilangan uang negara, tetapi juga tentang hilangnya kepercayaan publik dan itu jauh lebih mahal hargannya.


















