Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
BeritaHeadlineKota PalembangSumatera Selatan

Kolaborasi Kampus dan Pemuda ICMI Cetak “Saudagar Muda” di Era Digital

38
×

Kolaborasi Kampus dan Pemuda ICMI Cetak “Saudagar Muda” di Era Digital

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID PALEMBANG SUMSEL | Upaya membangun kemandirian ekonomi generasi muda terus digencarkan melalui kolaborasi strategis antara dunia akademik dan organisasi kepemudaan. Hal ini terlihat dalam kegiatan seminar yang digelar di Kampus B UIN Raden Fatah Palembang, Jakabaring, Sabtu (4/4/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemuda ICMI Sumatera Selatan bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) ini menegaskan pentingnya sinergi dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga mandiri secara ekonomi.

Mengusung tema “Mengubah Kreativitas Menjadi Bisnis: Peluang Ekonomi Kreatif di Era Teknologi”, seminar ini dihadiri sekitar 150 peserta dari berbagai kalangan mahasiswa dan organisasi kepemudaan. Namun lebih dari sekadar forum diskusi, kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mendorong lahirnya wirausahawan muda.

Wakil Dekan III FEBI, Dr. Chandra Zaky Maulana, menekankan bahwa kampus memiliki peran penting dalam mengarahkan mahasiswa agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja. Ia menyebutkan bahwa pemanfaatan teknologi harus diarahkan pada aktivitas yang produktif dan bernilai ekonomi.

Menurutnya, kebiasaan penggunaan gadget yang selama ini cenderung konsumtif perlu diubah menjadi produktif. Dengan pendekatan yang tepat, teknologi dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi bagi generasi muda.

Sementara itu, Ketua Umum Pemuda ICMI Sumsel, Dr. Zainul Arifin, menilai bahwa potensi generasi muda di ruang digital sangat besar, namun belum terkelola secara optimal. Ia menegaskan bahwa kolaborasi seperti ini menjadi langkah konkret untuk menjembatani kesenjangan antara kemampuan digital dan pemanfaatan ekonominya.

“Banyak anak muda yang sudah menguasai media sosial, tetapi belum mampu mengubahnya menjadi peluang bisnis. Di sinilah peran kita untuk mengarahkan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kesadaran digital yang sehat, agar generasi muda tidak terjebak dalam aktivitas negatif di media sosial. Menurutnya, ruang digital harus dimanfaatkan sebagai sarana produktivitas dan inovasi.

Melalui kegiatan ini, konsep “saudagar muda” kembali ditekankan sebagai visi besar dalam membentuk generasi yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing. Tidak hanya memahami teori, peserta juga dibekali wawasan praktis mengenai peluang usaha di berbagai sektor, seperti kuliner, fesyen, hingga pemasaran digital.

Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan tingginya minat peserta untuk terjun ke dunia usaha. Berbagai ide dan gagasan bermunculan, mencerminkan kesiapan generasi muda untuk beradaptasi dengan tantangan zaman.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara kampus dan organisasi kepemudaan dapat menjadi motor penggerak dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan di kalangan generasi muda.

Ke depan, sinergi semacam ini diharapkan terus berlanjut dan berkembang, sehingga mampu melahirkan lebih banyak “saudagar muda” yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi bagi pembangunan masyarakat.

Example 300250 Example 468x60 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60