Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60 Example 468x60
BeritaJawa TimurKota Surabaya

Mahasiswa Surabaya Gelar Diskusi May Day, Dorong Sinergi Pendidikan dan Ketenagakerjaan

90
×

Mahasiswa Surabaya Gelar Diskusi May Day, Dorong Sinergi Pendidikan dan Ketenagakerjaan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID SURABAYA JATIM | Menyambut momentum Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Aliansi BEM Surabaya (ABS) bersama BEM SI Jawa Timur menggelar diskusi bertema “Ijazah Tinggi, Upah Rendah: Evaluasi Sistem Pendidikan dan Ketenagakerjaan” pada Kamis (30/4/2026) di Wico Telkom University Surabaya.

Kegiatan yang berlangsung secara tertib dan kondusif ini dihadiri sekitar 50 peserta dari unsur mahasiswa dan pengurus BEM lintas kampus. Diskusi ini menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi gagasan mahasiswa dalam merespons isu ketenagakerjaan yang kian relevan di tengah dinamika dunia kerja saat ini.

Sekretaris Jenderal Aliansi BEM Surabaya, Vasco, dalam penyampaiannya menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen kontrol sosial. Ia mendorong agar gerakan mahasiswa tetap konsisten dan hadir dalam menyuarakan aspirasi masyarakat, khususnya terkait persoalan buruh dan ketenagakerjaan.

“Mahasiswa tidak boleh absen dalam isu-isu publik. Konsistensi gerakan menjadi kunci agar suara masyarakat tetap terwakili secara konstruktif,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah BEM SI Jawa Timur, Muhammad Aqomaddin, S.Ak., menyoroti eratnya keterkaitan antara dunia pendidikan dan realitas ketenagakerjaan. Ia menyampaikan bahwa momentum May Day yang berdekatan dengan Hari Pendidikan Nasional harus dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi gerakan mahasiswa.

“Kita perlu melihat persoalan ini secara utuh. Pendidikan dan ketenagakerjaan adalah dua sisi yang saling terhubung, sehingga gerakan mahasiswa harus mampu merespons keduanya secara bersamaan,” jelasnya.
Dari sisi komunikasi publik, Koordinator Media BEM SI Jawa Timur, Aab, menekankan pentingnya peran media dalam memperkuat narasi gerakan mahasiswa. Menurutnya, media menjadi instrumen strategis dalam membangun opini publik dan memperluas jangkauan isu di era digital.

“Gerakan mahasiswa perlu didukung dengan pengelolaan media yang baik agar pesan yang disampaikan dapat diterima luas dan membangun kesadaran publik,” ungkapnya.

Adapun Wakil Presiden Mahasiswa Telkom University Surabaya, Adekanz Maulana, yang juga bertindak sebagai keynote speaker, menegaskan bahwa May Day bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum kolaborasi antara mahasiswa dan buruh dalam memperjuangkan keadilan sosial.

“Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk turut terlibat dalam perjuangan buruh. Kolaborasi ini penting untuk mendorong perubahan yang lebih adil dalam sistem pendidikan dan ketenagakerjaan,” tuturnya.

Melalui diskusi ini, para peserta diharapkan memiliki kesamaan persepsi serta memperkuat konsolidasi gerakan mahasiswa dalam menyambut aksi May Day secara damai dan konstruktif. Kegiatan yang berlangsung aman dan tertib ini juga mencerminkan komitmen mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi melalui ruang dialog yang positif.

Example 300250 Example 468x60 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60