BERITAOPINI.ID DKI JAKARTA | Semangat mahasiswa pesantren untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan bangsa kembali ditegaskan dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) BEM Pesantren Se-Indonesia Wilayah DKI Jakarta yang digelar di STIT An-Nuaimy Jakarta.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 107 peserta yang berasal dari berbagai unsur dan aliansi, mulai dari BEM/DEMA, organisasi kedaerahan, hingga jajaran pemerintahan. Pertemuan ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus wadah untuk memperkuat sinergi dan menyusun arah gerakan mahasiswa pesantren di wilayah DKI Jakarta.
Acara diawali dengan sambutan Ketua Pelaksana, Arfin Lubis, yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan kegiatan. Ia juga menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta di STIT An-Nuaimy serta memohon maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat berbagai kekurangan.
Selanjutnya, Koordinator BEM Pesantren Wilayah DKI Jakarta, Gus Said Ahmad, menegaskan pentingnya keberanian mahasiswa pesantren untuk mengambil peran dalam menghadapi perkembangan zaman.
“Santri bukan penonton, tapi santri harus mengambil peran di era global ini.”
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan utama dalam kegiatan Muskerwil, bahwa keberadaan santri dan mahasantri tidak hanya sebagai bagian dari dunia pendidikan, tetapi juga memiliki ruang untuk berkontribusi dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Sementara itu, Presiden BEM Pesantren Se-Indonesia, Gus Ahmad Samsul Munir, dalam sambutannya mengajak para santri untuk terus berkhidmah dan memperjuangkan keilmuan sebagai bagian dari kontribusi menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, semangat keilmuan dan pengabdian perlu berjalan beriringan agar mahasiswa pesantren mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa di masa mendatang, salah satunya sangat mendukung rencana bapak presiden terkait pendidikan Gratis tingkat SD SMP SMA Universitas.
Kegiatan kemudian secara resmi dibuka oleh Bapak Indra dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Dalam sambutannya, ia turut menekankan agar santri mengambil peran di tengah perkembangan era global, terlebih bagi para mahasantri yang berada di wilayah DKI Jakarta.
Pembukaan Muskerwil ditandai dengan ketuk palu secara simbolis sebagai tanda dimulainya rangkaian Musyawarah Kerja Wilayah BEM Pesantren Se-Indonesia Wilayah DKI Jakarta.
Dukungan terhadap gerakan mahasiswa pesantren juga disampaikan oleh Bapak Selamet, perwakilan Kapolda Metro Jaya. Ia menyampaikan dukungan terhadap berbagai pergerakan dan kegiatan yang dilakukan oleh mahasantri. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga peran dan tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
“Kami sangat mendukung semua pergerakan mahasantri. Akan tetapi, harus ingat peran kita adalah saling menjaga, terlebih-lebih menjaga Jakarta.”
Rangkaian Muskerwil ini diharapkan tidak berhenti pada forum musyawarah semata, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, memperluas kontribusi, dan melahirkan langkah-langkah nyata mahasiswa pesantren di wilayah DKI Jakarta.
Dengan semangat keilmuan, pengabdian, ukhuwah, dan kontribusi, mahasantri didorong untuk tidak hanya menjadi penonton atas perubahan zaman, tetapi hadir sebagai bagian dari generasi yang ikut menentukan arah masa depan bangsa.

















