Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
BeritaHeadlineJawa TengahKabupaten Batang

Wanara Alas Roban Meriahkan Peresmian Bukit Srawung, Libatkan Ratusan Seniman dan Puluhan UMKM Batang

22
×

Wanara Alas Roban Meriahkan Peresmian Bukit Srawung, Libatkan Ratusan Seniman dan Puluhan UMKM Batang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID, BATANG, JAWA TENGAH | Gelaran Wanara Alas Roban berlangsung meriah di Amfiteater Helipad/Bukit Srawung, kawasan Industropolis Batang (KITB), Kabupaten Batang, Minggu (20/9/2026). Kegiatan yang melibatkan lebih dari 180 pelaku seni dan lebih dari 50 UMKM lokal tersebut sekaligus menjadi bagian dari peresmian Bukit Srawung sebagai destinasi wisata keluarga baru di Kabupaten Batang.

Wanara Alas Roban menjadi ruang pertemuan antara seni, budaya, ekonomi kreatif, dan perkembangan kawasan industri di Batang. Ratusan pelaku seni yang terlibat terdiri dari penari, musisi etnik, aktor teater hingga penyair lokal. Sementara UMKM yang berpartisipasi bergerak di berbagai sektor, mulai dari kuliner, kriya, fesyen hingga kopi.

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan mengatakan, keberadaan Bukit Srawung diharapkan dapat memberikan alternatif ruang rekreasi bagi masyarakat, sekaligus menjadi tempat berkumpul dan berinteraksi bagi keluarga.

“Bukit Srawung sekarang ini sering menjadi objek wisata baru keluarga yang ada di Kabupaten Batang,” ujar Faiz.

Di tengah perkembangan kawasan industri dan arus modernisasi, Bukit Srawung juga dirancang sebagai ruang untuk menjaga nilai budaya, budi pekerti, serta kearifan lokal. Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Batang yang dikemas dalam nuansa budaya Jawa.

“Semoga Bukit Srawung ini menjadi sumber kebahagiaan, yang rendah menjadi mulia, yang tidak tahu menjadi paham,” ujarnya.

Gelaran Wanara Alas Roban turut menghadirkan sejumlah sanggar dan komunitas seni di Kabupaten Batang, di antaranya Sahitya, Sekar Jangkep, Merti Desa, Jagadhita, Komunitas Gandewa, Putra Budaya, The Funtastic Beach Safari Batang. Pada malam hari, panggung juga dimeriahkan penampilan musik, salah satunya dari Tata Naluri Ethnic.

Anggota Komisi VII DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo menilai keberadaan Industropolis di Kabupaten Batang perlu memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar. Dampak tersebut, menurutnya, tidak hanya melalui aktivitas industri, tetapi juga dengan memberikan ruang kepada pelaku seni dan masyarakat lokal untuk ikut tumbuh di dalam kawasan.

“Alhamdulillah kita bersyukur ada Industropolis di Kabupaten Batang. Saya titip, masyarakatnya harus ikut sejahtera. Salah satunya adalah para pegiat seni yang terdapat di Kabupaten Batang bisa ikut konser di Industropolis,” kata Yoyok.

Keterlibatan seniman lokal terlihat salah satunya melalui penampilan Sanggar Jagadhita. Dalam Wanara Alas Roban, sanggar tersebut membawakan Tari Jagad Manggala dengan melibatkan sekitar 40 penari yang berasal dari kalangan pelajar, mulai kelas VI sekolah dasar hingga kelas III sekolah menengah atas.

Salah satu penampil Sanggar Jagadhita, Yola (23), mengatakan Wanara Alas Roban menjadi acara yang telah dinantikan para pelaku seni. Kesempatan tampil tersebut dimanfaatkan para penari untuk memperkenalkan karya yang mengangkat cerita dan sejarah lokal Kab. Batang.

“Hari ini kita dari Sanggar Jagadhita membawakan Tari Jagad Manggala dan pastinya kita menarikannya dengan penuh semangat. Karena acara Wanara Alas Roban ini adalah acara yang ditunggu-tunggu banyak orang. Yang pasti orang-orang menunggu penampilan dari sanggar-sanggar dari Kabupaten Batang,” ujar Yola.

Yola menjelaskan, Jagad Manggala mengangkat kisah Ki Ageng Gringsing yang dalam karya tersebut diceritakan sebagai tokoh yang menyebarkan agama Islam di Batang. Cerita lokal itu kemudian diterjemahkan dalam bentuk gerak tari dan pertunjukan yang dibawakan para penari muda.

“Jagad Manggala sendiri, kita mengangkat dari kisah Ki Ageng Gringsing, mulai dari Ki Ageng Gringsing sendiri yang menyebarkan agama Islam di Batang,” katanya.

Untuk mempersiapkan pertunjukan tersebut, para penari Sanggar Jagadhita menjalani latihan intensif selama sekitar satu bulan. Proses itu menjadi bagian dari persiapan untuk memberikan penampilan terbaik dalam gelaran Wanara Alas Roban.

“Untuk latihan sendiri kita satu bulan intensif, dan itu berlangsung sangat seru juga. Kita benar-benar semangat dan pastinya ingin menampilkan yang terbaik di acara-acara seperti ini,” ujar Yola.

Keterlibatan lebih dari 180 seniman serta puluhan UMKM dalam Wanara Alas Roban sekaligus menunjukkan upaya menghadirkan aktivitas budaya dan ekonomi masyarakat di tengah berkembangnya kawasan Industropolis Batang.

Example 300250 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60