Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
BeritaHeadlineJawa TengahKabupaten Batang

Rob Bertahun-tahun, 450 Hektare Lahan di Empat Desa Kab. Batang Terdampak

21
×

Rob Bertahun-tahun, 450 Hektare Lahan di Empat Desa Kab. Batang Terdampak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID, BATANG, JAWA TENGAH |  Banjir rob yang melanda wilayah pesisir Kabupaten Batang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan berdampak terhadap lahan pertanian masyarakat. Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Kasepuhan, Aris Kurniawan, menyebut rob telah dirasakan sekitar 8 hingga 12 tahun di wilayah Denasri Kulon, Denasri Wetan, Kasepuhan, dan Karangasem. Luas lahan terdampak di empat wilayah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 450 hektare. (21/09/2026)

Aris mengatakan, air rob masuk dari wilayah barat yang berbatasan dengan Pekalongan dan Kabupaten Batang. Kondisi muara, abrasi air laut, serta tingginya rob disebut menjadi persoalan yang perlu mendapatkan penanganan khusus, terutama melalui pembangunan maupun penguatan tanggul untuk melindungi kawasan yang terdampak.

“Kalau yang terjadi di wilayah Denasri Kulon, Denasri Wetan, Kasepuhan, dan Karangasem itu kurang lebih antara 8 sampai 12 tahun. Jadi rob itu masuk dari wilayah barat, antara perbatasan Pekalongan dan Kabupaten Batang,” ujar Aris.

Menurut Aris, tingginya air laut yang masuk ke daratan tidak hanya mengganggu aktivitas pertanian. Dalam kurun waktu tersebut, sebagian lahan milik masyarakat juga disebut telah hilang atau tidak lagi dapat dimanfaatkan sebagaimana sebelumnya akibat terdampak rob dan abrasi

“Jadi perlu penanganan khusus terkait benteng ataupun penanggulangan air rob yang ada di wilayah Denasri Kulon, Denasri Wetan, Kasepuhan, dan Karangasem Utara. Itu banyak lahan dari masyarakat yang hilang,” katanya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Kasepuhan, Eko, mengatakan dampak rob menyentuh ratusan warga yang menggantungkan aktivitasnya pada lahan di kawasan tersebut. Berdasarkan keterangannya, sekitar 450 hektare lahan terdampak selama ini dikelola oleh kurang lebih 500 hingga 700 orang.

“Lahan dari empat kelurahan ataupun empat desa itu mencapai kurang lebih 450 hektare yang terkena rob, dikelola oleh beberapa orang, kurang lebih antara 500 sampai 700 orang,” ujar Eko.

Eko menambahkan, kondisi rob di kawasan pesisir dapat menjadi cukup parah. Pada saat tertentu, menurut dia, ketinggian genangan yang masuk ke wilayah pesisir bisa mencapai sekitar 50 sentimeter hingga satu meter.

“Sampai saat ini untuk rob itu paling parah sudah mencapai ketinggian 50 sentimeter sampai satu meter untuk wilayah yang ada di pesisir sini,” katanya.

Selain faktor pasang air laut dan kondisi pesisir, Aris menilai keberadaan tanggul di wilayah Pekalongan turut berkaitan dengan kondisi yang dirasakan masyarakat di wilayah Batang. Menurut dia, pembangunan perlindungan kawasan permukiman di wilayah sebelah barat dapat menimbulkan limpasan yang kemudian dirasakan daerah lain.

“Ya, kita tidak pungkiri tanggul yang ada di wilayah Pekalongan itu termasuk salah satu faktor utama. Karena yang ada di wilayah Pekalongan itu wilayah permukiman, jadi mereka ataupun pemerintah mengutamakan permukiman tersebut,” ujar Aris.

Senada, Eko menyebut masyarakat tidak bermaksud menyalahkan pembangunan tanggul di wilayah Pekalongan. Menurutnya, perlindungan terhadap kawasan permukiman merupakan kebutuhan. Namun, dampak limpasan yang dirasakan masyarakat pesisir Batang juga perlu menjadi perhatian agar penanganan rob dilakukan secara menyeluruh dan tidak berhenti pada batas administratif daerah.

Masyarakat melalui P3A dan Gapoktan Desa Kasepuhan berharap persoalan rob di pesisir Batang mendapatkan penanganan terpadu dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta instansi terkait. Penanganan dinilai penting karena rob telah berlangsung bertahun-tahun dan berdampak terhadap ratusan hektare lahan yang menjadi tempat masyarakat menggantungkan mata pencaharian.

Example 300250 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60