BERITAOPINI.ID SIKKA NTT | Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere periode 2025/2026, Fabianus Rowa, menegaskan pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan melalui transformasi radikal pada tubuh Koperasi Merah Putih. Menurutnya, di tengah arus globalisasi, koperasi harus mampu berevolusi dari sekadar lembaga simpan pinjam menjadi motor penggerak kedaulatan ekonomi yang modern.
Fabianus menyoroti tantangan struktural yang selama ini menghambat kemajuan koperasi. Ia menilai, partisipasi anggota masih sangat rendah karena adanya pola pikir yang keliru.
“Anggota cenderung memandang koperasi hanya sebagai ‘pemadam kebakaran’ keuangan, tempat meminjam uang saat terdesak tanpa ada rasa kepemilikan untuk membesarkan usaha bersama,” ujar Fabianus, Jumat, 8 Mei 2026.
Kondisi ini diperparah dengan sistem tata kelola konvensional dan birokrasi manual yang lambat, sehingga koperasi rentan terhadap krisis kepercayaan dan sulit menarik minat generasi muda.
Tiga Langkah Strategis Menuju Pembaruan
Untuk menjawab tantangan tersebut, Fabianus menawarkan tiga gagasan utama sebagai fondasi solusi:
1. Digitalisasi Total: Koperasi wajib mengadopsi sistem pelaporan keuangan transparan berbasis aplikasi yang dapat diakses langsung oleh anggota.
2. Diversifikasi Sektor Riil: Koperasi tidak boleh hanya terjebak di bidang simpan pinjam. Harus ada keberanian merambah ke sektor produksi dan distribusi kebutuhan pokok agar perputaran uang tetap berada dalam ekosistem anggota.
3. Inovasi dan Kaderisasi: Membentuk Inkubator Bisnis Muda untuk menjaring ide kreatif generasi milenial dan Gen Z, serta penerapan konsep Koperasi Hijau (Green Co-op) yang berfokus pada ekonomi berkelanjutan.
Benteng Ekonomi Bangsa
Lebih lanjut, Fabianus menekankan pentingnya penguatan Dana Abadi Sosial yang dialokasikan dari Sisa Hasil Usaha (SHU). Dana ini diproyeksikan sebagai jaring pengaman untuk pendidikan dan kesehatan anggota, memberikan rasa aman yang lebih nyata daripada sekadar pembagian tunai tahunan.
“Koperasi Merah Putih memiliki potensi menjadi ‘Benteng Ekonomi Bangsa’. Namun, benteng itu hanya akan berdiri kokoh jika dibangun dengan material inovasi, digitalisasi, dan keterlibatan aktif generasi muda,” pungkasnya.
Melalui gagasan ini, Fabianus berharap Koperasi Merah Putih tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan menjadi solusi nyata bagi masa depan ekonomi Indonesia yang lebih berkeadilan. (Andra)


















