BERITAOPINI.ID PALEMBANG, SUMSEL |
Menteri Agama RI Sampaikan Dua Pesan Bermakna untuk PITI dalam Pengajian Akbar di Masjid Muhammad Cheng Hoo Palembang. Di tengah suasana religius yang penuh khidmat, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. menghadiri Pengajian Akbar yang digelar di Masjid Muhammad Cheng Hoo
Palembang pada Selasa, 12 Mei 2026. Kehadiran Menteri Agama menjadi momentum spiritual yang memperkuat pesan moderasi beragama, persaudaraan kebangsaan, serta penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat plural Indonesia.
Pengajian akbar tersebut sekaligus dirangkaikan dengan pengukuhan Dewan Pengurus Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Sumatera Selatan, yang dihadiri berbagai unsur pemerintahan, tokoh agama, dan masyarakat lintas organisasi keagamaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Selatan, H. Syafitri Irwan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumsel, para pimpinan organisasi kemasyarakatan keagamaan se-Sumatera Selatan, tokoh lintas agama, serta jamaah majelis taklim dan pengajian kaum ibu dari berbagai wilayah di Kota Palembang. Suasana masjid tampak dipenuhi jamaah yang mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan dan antusiasme.
Dalam tausiyahnya, Menteri Agama menyampaikan pesan kebangsaan yang sarat makna spiritual dan refleksi sosial. Ia mengajak masyarakat untuk memperbanyak rasa syukur sebagai bangsa yang besar dan majemuk.
Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang dianugerahi stabilitas sosial dan kerukunan di tengah ketidakpastian geopolitik global yang saat ini melanda berbagai kawasan dunia.
“Kita patut memperbanyak syukur sebagai bangsa besar yang plural. Di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian geopolitik, bangsa Indonesia masih berada dalam keadaan aman dan relatif tidak terdampak secara signifikan, baik dari sisi inflasi maupun gejolak sosial, dibandingkan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dan negara-negara lain yang dilanda konflik,” demikian substansi pesan yang disampaikan Menteri Agama dalam tausiyahnya.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya menjaga persatuan nasional sebagai bagian dari ibadah sosial (hablum minannas), di samping memperkuat hubungan spiritual kepada Allah SWT (hablum minallah). Dalam perspektif akademik keislaman, keberagaman Indonesia dipandang sebagai modal sosial sekaligus amanah kebangsaan yang harus dijaga melalui sikap moderat, toleran, dan penuh syukur.
Di penghujung acara, Menteri Agama juga menyampaikan pesan khusus yang dituliskan dalam sebuah pelakat untuk PW Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumatera Selatan dan Masjid Muhammad Cheng Hoo Palembang. Pesan tersebut menjadi perhatian para hadirin karena mengandung nilai filosofis yang mendalam:
“Orang besar membesarkan pikiran yang kecil. Orang kecil mengecilkan pikiran yang besar.”
Kalimat reflektif tersebut ditulis langsung oleh Menteri Agama didampingi Gubernur Sumatera Selatan, Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Dewan Pembina PITI, serta Ketua DPW PITI Sumatera Selatan.
Ketua DPW PITI Sumatera Selatan, Ko Karmed, dalam wawancaranya menyampaikan rasa hormat, sambutan hangat, serta apresiasi mendalam atas kehadiran Menteri Agama beserta jajaran pemerintah.
Menurutnya, kehadiran Menteri Agama di Masjid Muhammad Cheng Hoo menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga besar PITI Sumatera Selatan sekaligus momentum penguatan ukhuwah Islamiyah dan kebangsaan.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri Agama Republik Indonesia beserta jajaran Kementerian Agama, pemerintah provinsi, para tokoh agama, dan seluruh tamu undangan yang telah hadir. Pesan yang disampaikan Bapak Menteri menjadi pengingat moral bagi kami, pengurus dan anggota PITI, serta masyarakat sekitar Masjid Cheng Hoo dan Kota Palembang agar senantiasa memiliki prinsip hidup yang luhur dan penuh kebijaksanaan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Muhammad Cheng Hoo Palembang, Ustaz Kohyan, turut menyampaikan rasa syukur dan penghormatan atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun pelayanan selama acara berlangsung.
“Semoga kegiatan seperti ini terus memperkuat tali silaturahim, memperkokoh hubungan antarumat, serta menjadi ruang persaudaraan dan harmoni sosial, khususnya di Kota Palembang,” tuturnya.
Pengajian akbar ini tidak hanya menjadi forum tausiyah keagamaan, melainkan juga simbol nyata penguatan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam ruang kebangsaan Indonesia. Di Masjid Muhammad Cheng Hoo—yang dikenal sebagai simbol akulturasi budaya Islam dan Tionghoa di Palembang—pesan Menteri Agama menemukan relevansinya: bahwa kebesaran suatu bangsa lahir dari kemampuan merawat perbedaan dengan pikiran yang besar, hati yang lapang, dan syukur yang mendalam.


















