Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
BeritaDKI JakartaHeadline

Bendera Alam Peudeung: Warisan Sejarah Kesultanan Aceh dan Simbol Persatuan Masyarakat Aceh

18
×

Bendera Alam Peudeung: Warisan Sejarah Kesultanan Aceh dan Simbol Persatuan Masyarakat Aceh

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID DKI JAKARTA | Aliansi Mahasiswa Pemuda Aceh Leuser Antara mendorong Bendera Alam Peudeung dikenal kembali sebagai warisan sejarah Kesultanan Aceh Darussalam, bukan sekadar simbol yang terjebak dalam perdebatan politik kontemporer.

Koordinator aliansi, Said Ahmad, menjelaskan bahwa bendera berciri dasar merah dengan lambang bulan sabit, bintang, dan pedang putih tersebut telah digunakan sejak masa awal Kesultanan Aceh dan berkembang luas pada era Sultan Iskandar Muda (1607–1636). Menurutnya, simbol ini merepresentasikan keberanian, keadilan, dan kekuatan kesultanan pada masanya.

“Bendera Alam Peudeung bukanlah simbol yang lahir dari dinamika politik modern, melainkan bagian dari warisan Kesultanan Aceh Darussalam yang telah dikenal selama berabad-abad,” ujar Said Ahmad.

Sejumlah kajian sejarah mencatat panji Alam Peudeung telah dipakai sejak abad ke-15 hingga ke-16, dan tetap menjadi simbol resmi kesultanan hingga berakhirnya Perang Aceh melawan Belanda di awal abad ke-20. Hingga kini, bendera tersebut masih dikibarkan dalam sejumlah tradisi adat sebagai bentuk pelestarian sejarah.

Said Ahmad menilai masyarakat Aceh membutuhkan simbol yang dapat merangkul seluruh elemen masyarakat berdasarkan sejarah bersama, sekaligus mengingatkan agar pembahasan simbol daerah tidak lagi menjadi ruang polarisasi politik.

“Sudah saatnya masyarakat Aceh mengedepankan simbol yang berakar pada sejarah dan kebudayaan sehingga dapat menjadi perekat persatuan seluruh rakyat Aceh,” katanya.

Ia menambahkan bahwa upaya melestarikan Alam Peudeung tidak dimaksudkan untuk menghidupkan romantisme politik masa lalu, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan kebudayaan Aceh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Aliansi ini mengajak tokoh adat, akademisi, sejarawan, pemerintah, dan masyarakat Aceh untuk membangun dialog objektif berbasis fakta sejarah, agar identitas Aceh dapat menjadi kekuatan pemersatu bagi generasi mendatang.

Referensi:

1. _Flags of the Aceh Sultanate_. Membahas sejarah Alam Peudeung sebagai panji Kesultanan Aceh Darussalam, mulai abad ke-16 hingga berakhirnya Perang Aceh.

2. _Flags of Aceh_. Mengulas perkembangan bendera Aceh, termasuk Alam Peudeung sebagai simbol historis Kesultanan Aceh.

3. Zainuddin, H.M. (1961). Tarich Atjeh dan Nusantara. Salah satu rujukan klasik mengenai sejarah Aceh yang banyak dijadikan acuan dalam berbagai kajian tentang Alam Peudeung.

4. Kantor Berita ANTARA Aceh. Pemberitaan mengenai pengibaran Alam Peudeung sebagai simbol pelestarian sejarah Kesultanan Aceh oleh pewaris kerajaan di Aceh Jaya.

Example 300250 Example 468x60 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60