Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
BeritaHeadlineKabupaten Penukal Abab Lematang IlirSumatera Selatan

Cetak Atlet Unggul Berkelanjutan, Pemkab PALI Resmi Buka Program PPLPD Tahun 2026

23
×

Cetak Atlet Unggul Berkelanjutan, Pemkab PALI Resmi Buka Program PPLPD Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID PALI, SUMSEL | Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) secara resmi meluncurkan program Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLPD) Tahun 2026 pada Kamis, 23 Juli 2026. Acara seremonial peluncuran yang berpusat di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten PALI ini menjadi bukti konkret komitmen pemerintah daerah dalam melahirkan atlet muda potensial sekaligus merealisasikan visi besar pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif.

Langkah Strategis dan Pembagian Cabang Olahraga

Example 468x60

Peluncuran program prestisius ini dipimpin langsung oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan Daerah, H. Kamriadi, yang hadir membacakan sambutan dan mewakili Bupati PALI, Asgianto. Dalam implementasinya, Kepala PPLPD Kabupaten PALI, Agus Susanto, menjabarkan secara rinci bahwa pembinaan intensif tahun ini akan memakan waktu selama enam bulan penuh. Sepanjang periode tersebut, para atlet akan ditempa melalui total 96 kali pertemuan, yang metodenya dikombinasikan melalui agenda try out (uji tanding luar) maupun try in (uji tanding internal).

Untuk gelombang kali ini, tim pemandu bakat telah menyeleksi ketat 14 atlet pelajar terbaik yang dibagi ke dalam tiga cabang olahraga unggulan yang terdiri 6 atlet di cabang olahraga catur, 4 atlet di cabang olahraga atletik dan 4 atlet di cabang olahraga tinju.

Seluruh peserta terpilih dipastikan akan menjalani program pelatihan yang sangat ketat dan terukur guna mendongkrak aspek kemampuan teknik, ketahanan fisik, hingga penguatan mental bertanding di lapangan. Kendati demikian, Agus Susanto menjamin bahwa aktivitas ini tidak akan mengorbankan pendidikan formal mereka.

“Pelatihan bisa disesuaikan dengan jadwal sekolah para atlet. Misal pagi sekolah, siang atau sore bisa dilakukan pelatihan,” cetus Agus memaparkan fleksibilitas program.

Keberlanjutan Program dan Sistem Evaluasi Ketat

Plt Kepala Dispora Kabupaten PALI, Amrullah, mempertegas bahwa PPLPD 2026 bukanlah sebuah program instan yang baru seumur jagung. Langkah ini merupakan tongkat estafet berkelanjutan dari program yang dipelopori pada periode sebelumnya, tepatnya saat tampuk kepemimpinan Dispora tengah dinakhodai oleh H. Kamriadi.

Amrullah juga mengingatkan bahwa investasi besar pemerintah ini akan dibarengi dengan sistem pengawasan yang objektif dan ketat. Seluruh atlet tanpa pengecualian bakal menghadapi rapor evaluasi total setelah masa pembinaan enam bulan usai. Jika dalam prosesnya ditemukan atlet yang mandek atau tidak memperlihatkan grafik perkembangan kemampuan yang signifikan, Dispora siap mengambil langkah tegas. Evaluasi menyeluruh akan langsung dijatuhkan, baik terhadap personal peserta maupun perbaikan pada pola pembinaan yang diterapkan oleh tim pelatih.

“Prestasi olahraga penting, tetapi pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, jadwal latihan akan disesuaikan agar tidak mengganggu proses belajar di sekolah. Program ini juga merupakan amanah langsung dari Bupati PALI,” tutur Amrullah menegaskan prinsip keseimbangan antara prestasi olahraga dan akademik.

Visi “Terdidik” dan Sinergi Vital Bersama Orang Tua

Selaras dengan hal tersebut, H. Kamriadi dalam pidato sambutannya menggarisbawahi bahwa kehadiran PPLPD adalah pengejawantahan nyata dari visi “Terdidik” yang diusung oleh Bupati PALI, Asgianto. Visi ini menitikberatkan pada akselerasi prestasi olahraga daerah lewat pembinaan yang terstruktur sejak usia dini di bangku sekolah.

Ia memaparkan sebuah fakta membanggakan bahwa saat ini, dari sekian banyak wilayah di Sumatera Selatan, hanya ada dua daerah saja yang memiliki kepedulian tinggi dan regulasi mandiri untuk menggulirkan program PPLPD, yakni Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Kabupaten PALI sendiri. Grafik perkembangan PPLPD PALI pun dinilai menunjukkan tren yang positif. “Tahun lalu pembinaan hanya satu cabang olahraga, sekarang sudah berkembang menjadi tiga cabang. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam membina atlet muda secara berkelanjutan,” ungkap Kamriadi optimis.

Namun, Kamriadi menyadari betul bahwa ambisi besar ini tidak akan bisa terwujud jika hanya bersandar pada topangan pemerintah semata. Keterbatasan anggaran daerah menuntut adanya kolaborasi dan dukungan penuh dari pihak keluarga atau orang tua atlet. Pembinaan seorang atlet yang ideal tidak hanya selesai di arena latihan, melainkan harus mencakup ekosistem menyeluruh yang menyentuh manajemen waktu di rumah, pemenuhan gizi seimbang, kontrol kesehatan, hingga pembentukan karakter dasar serta kedisiplinan tingkat tinggi.

“Peran orang tua sangat penting. Pemerintah memiliki keterbatasan anggaran, sehingga dukungan keluarga menjadi faktor utama dalam keberhasilan pembinaan atlet. Selain itu, pendidikan di sekolah jangan sampai diabaikan. Atlet juga harus memiliki etika yang baik serta menjaga komunikasi yang harmonis antara orang tua dan pengelola PPLPD,” pungkas Kamriadi di akhir arahannya. Melalui harmoni kerja sama ini, Pemkab PALI menaruh harapan besar agar di masa depan lahir generator atlet baru yang mampu mengibarkan bendera daerah di kancah provinsi, nasional, bahkan panggung internasional.

Example 300250 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60