BERITAOPINI.ID PALI, SUMSEL | Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) memperkuat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah puncak musim kemarau 2026.
Upaya tersebut ditandai dengan Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla Tahun 2026 yang digelar BPBD PALI di Lapangan Bandara Eks Stanvac, Kecamatan Talang Ubi, Jumat (14/8/2026).
Apel dipimpin Bupati PALI Asgianto, ST, dan diikuti unsur Forkopimda, TNI–Polri, BPBD, Damkar, Basarnas, Satpol PP, pemerintah kecamatan dan desa, serta perangkat daerah terkait.
Bupati Asgianto mengatakan pencegahan harus menjadi prioritas mengingat puncak musim kemarau berlangsung pada Juli hingga Agustus. Hingga Agustus 2026, tercatat 97 titik panas di wilayah PALI, sementara luas lahan terbakar sejak Januari mencapai sekitar 125 hektare.
“Ancaman kebakaran hutan dan lahan nyata adanya. Karena itu, kita harus memperkuat pencegahan, pemantauan dini, dan kesiapsiagaan menghadapi setiap potensi kebakaran,” ujar Asgianto.
Ia mengajak Forkopimda, perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat meningkatkan pengawasan wilayah rawan serta memperkuat koordinasi untuk mencegah meluasnya kebakaran.
“Saya tidak ingin PALI turut menyumbang asap. Mari bersama-sama kita jaga lingkungan dan wilayah ini,” tegasnya.
Melalui apel tersebut, Pemkab PALI menegaskan komitmen mengutamakan pencegahan, deteksi dini, koordinasi lintas sektor, dan respons cepat guna menekan risiko karhutla serta menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat.

















