Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
BeritaHeadlineKabupaten Ogan IlirSumatera Selatan

Introduksi Teknologi dan Manajemen Budidaya Ikan Lele Menggunakan Sistem Kolam Terpal di Desa Tanjung Dayang Utara

14
×

Introduksi Teknologi dan Manajemen Budidaya Ikan Lele Menggunakan Sistem Kolam Terpal di Desa Tanjung Dayang Utara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID OGAN ILIR, SUMSEL | Desa Tanjung Dayang Utara, Kecamatan Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, menjadi lokasi pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya. Selasa, (25/8/2026).

Lokasi pengabdian ini sekaligus merupakan tempat pelaksanaan kegiatan Praktik Lapangan Mahasiswa selama periode waktu selama satu bulan dengan mengusung tema “Introduksi Teknologi dan Manajemen Budidaya Ikan Lele Sistem Kolam Terpal” sebagai upaya meningkatkan produktivitas usaha budidaya ikan lele melalui penerapan teknologi budidaya yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam acara tersebut Prof. Dr. Muslim, S.Pi., M.Si selaku Ketua Tim Pengabdian, dengan anggota tim terdiri atas 5 orang dosen yaitu, Dr. Selly Oktarina, S.P., M.Si., Drs. Endri Junaidi, S.P., M.Si., Muhammad Nursan, S.Pi., M.Si., Henny Malini, S.P., M.Si., dan Reshi Wahyuni, S.P., M.Si. serta 7 mahasiswa perikanan yaitu, Nyayu Nurrahma, Gebi Putriana Simanjuntak, Suci Septia Nurhalipa, Imam Sitanggang, Albert Firmansyah, dan Ridho Oktoviandi melakukan pertemuan secara langsung dengan masyarakat setempat guna memberikan informasi dan edukasi terkait budidaya ikan lele menggunakan kolam terpal.

Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pengembangan usaha perikanan budidaya di Desa Tanjung Dayang Utara. Desa ini merupakan salah satu desa di Kecamatan Indralaya Selatan yang memiliki potensi pengembangan sektor perikanan budidaya dan pertanian sebagai sumber penghidupan masyarakat.

Menurut Prof Muslim, melalui kegiatan praktik lapangan dan pengabdian, mahasiswa bisa memperoleh pengalaman langsung dalam pengelolaan usaha budidaya ikan lele, mulai dari persiapan kolam terpal, manajemen kualitas air, padat tebar, pemberian pakan, monitoring pertumbuhan, hingga evaluasi kelayakan usaha. Sementara itu, masyarakat dan anggota KUB mendapatkan pendampingan teknis mengenai penerapan teknologi budidaya yang dapat meningkatkan efisiensi produksi.

“Salah satu program utama yang diterapkan adalah aplikasi substitusi tepung maggot dan pakan komersial untuk efisiensi pakan dan meningkatkan pertumbuhan benih ikan lele. Tepung maggot yang berasal dari larva Black Soldier Fly (BSF) diperkenalkan sebagai bahan baku pakan alternatif yang memiliki kandungan protein tinggi dan berpotensi menekan biaya produksi” ujarnya.

Selanjutnya ia menjelaskan Dalam kegiatan ini dilakukan formulasi pakan dengan kombinasi tepung maggot dan pakan komersial untuk melihat pengaruhnya terhadap pertumbuhan benih ikan lele serta efisiensi penggunaan pakan. Penerapan teknologi ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pembudidaya terhadap pakan komersial yang selama ini menjadi komponen biaya terbesar dalam usaha budidaya lele.

“Program kedua yang dilaksanakan adalah aplikasi substitusi usus ayam dan pakan komersial untuk efisiensi pakan dan peningkatan pertumbuhan benih ikan lele. Pemanfaatan limbah hasil pemotongan ayam sebagai bahan pakan alternatif menjadi salah satu solusi untuk menekan biaya operasional budidaya. Melalui pendampingan yang dilakukan, pembudidaya diberikan pengetahuan mengenai teknik pengolahan usus ayam yang aman, cara pemberian yang tepat, serta kombinasi penggunaannya dengan pakan komersial sehingga tetap mampu mendukung pertumbuhan ikan secara optimal” ujarnya.

Selain introduksi teknologi pakan, tim dosen dan mahasiswa juga memberikan pelatihan mengenai manajemen budidaya lele sistem kolam terpal yang meliputi pengelolaan kualitas air, pengaturan padat tebar, manajemen kesehatan ikan, pencatatan produksi, hingga analisis usaha sederhana. Manajemen budidaya yang baik menjadi faktor penting dalam meningkatkan tingkat kelangsungan hidup ikan, efisiensi penggunaan pakan, serta produktivitas usaha secara keseluruhan.

Terakhir Prof. Muslim selaku ketua tim pengabdian menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa melalui praktik lapangan, tetapi juga menjadi sarana transfer teknologi kepada masyarakat.

“Dengan adanya penerapan inovasi pakan alternatif dan perbaikan manajemen budidaya, diharapkan masyarakat setempat dapat memahami dan menerapkan teknik budidaya ikan lele sehingga mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan perekonomian” ucapnya.

Melalui kolaborasi antara Universitas Sriwijaya dan Pemerintah dan masyarakat Desa Tanjung Dayang Utara, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan budidaya lele berbasis teknologi tepat guna yang mudah diterapkan oleh masyarakat. Ke depan, hasil kegiatan ini diharapkan mampu mendukung peningkatan produksi perikanan budidaya di Kabupaten Ogan Ilir sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Example 300250 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60