BERITAOPINI.ID PALI, SUMSEL | Kondisi kemarau panjang yang melanda Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mendapat perhatian dari kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) PALI, Muhammad Rizky Apriansyah.
Ia mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten PALI bersama masyarakat dapat menggelar Sholat Istisqa sebagai salah satu bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau yang berkepanjangan.
Usulan tersebut disampaikan menyusul kondisi kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat serta meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Sebelumnya, PSI PALI juga telah menggelar Sholat Istisqa yang diikuti ratusan jamaah dari berbagai kalangan sebagai ikhtiar memohon hujan.
Menurut Muhammad Rizky Apriansyah, persoalan kemarau tidak hanya harus dilihat dari sisi alam dan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat ikhtiar lahir dan batin.
“Saya mengusulkan kepada Pemda PALI bersama seluruh elemen masyarakat untuk menggelar Sholat Istisqa. Ini bukan hanya tentang meminta hujan, tetapi juga momentum untuk bermuhasabah, memperkuat kebersamaan dan memohon pertolongan Allah SWT atas kondisi yang sedang kita hadapi,” ujar Muhammad Rizky Apriansyah.
Ia menilai pemerintah daerah juga perlu memastikan masyarakat yang terdampak kekeringan mendapatkan akses air bersih yang memadai. Menurutnya, langkah spiritual harus berjalan beriringan dengan langkah nyata pemerintah dalam menghadapi dampak kemarau.
“Ikhtiar spiritual harus berjalan bersama ikhtiar nyata. Pemerintah harus hadir memastikan kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih, tetap terpenuhi. Di sisi lain, masyarakat juga harus bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla,” tegasnya.
Muhammad Rizky juga mengajak masyarakat PALI untuk menjadikan kondisi kemarau sebagai momentum mempererat kepedulian sosial. Ia berharap seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, pemuda, organisasi kemasyarakatan serta pemerintah daerah dapat duduk bersama mencari solusi menghadapi dampak kekeringan.
Ia menegaskan bahwa Sholat Istisqa bukan pengganti upaya penanganan kekeringan, melainkan bagian dari ikhtiar dan doa bersama.
“Kita berusaha, kita berdoa dan kita berserah diri kepada Allah SWT. Semoga hujan segera turun, memberikan kesejukan bagi masyarakat PALI, mengisi kembali sumber-sumber air dan menghindarkan daerah kita dari bencana Karhutla,” pungkasnya.
Usulan tersebut diharapkan dapat menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat PALI untuk bersama-sama mengetuk pintu langit, sembari tetap melakukan langkah konkret menjaga lingkungan dan membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih.

















