BERITAOPINI.ID JOMBANG, JAWA TIMUR | Pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8), dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, tokoh lintas organisasi, serta para ulama dan pengasuh pesantren.
Sejumlah pejabat yang hadir antara lain Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Mendagri Tito Karnavian, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri PPPA Arifah Fauzi.
Dari unsur keamanan dan lembaga negara tampak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta pimpinan MPR RI Ahmad Muzani dan Edhie Baskoro Yudhoyono. Hadir pula Kepala BGN Sudaryono, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, dan Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti.
Sejumlah tokoh nasional dan lintas organisasi juga turut hadir, di antaranya Nyai Sinta Nuriyah Wahid, Ketua KPU Mochammad Afifuddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Dari jajaran PBNU hadir Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul), KH Anwar Iskandar, KH Afifuddin Muhajir, KH Zulfikar Mustofa, KH Said Aqil Siroj, hingga jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU.
Sementara dari Jawa Timur hadir Ketua Umum PWNU Jawa Timur sekaligus Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin). Sejumlah pengasuh pesantren juga tampak hadir, seperti KH Nurul Huda Jazuli, KH Kafabihi Mahrus, KH Hasib Wahab Chasbullah, Gus Yusuf, Gus Salam, Gus Miftah Maulana, serta sesepuh Tambakberas, Ibu Nyai Mahfudhoh.
Pembukaan diawali dengan Indonesia Raya dan Mars NU Syubbanul Wathon, dilanjutkan pembacaan Al-Qur’an, shalawat, sambutan Shohibul Bait dan Gubernur Jawa Timur, laporan panitia, serta penyerahan materi Muktamar kepada Ketua Umum PBNU.
Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan khutbah iftitah Rais Aam PBNU dan amanat Presiden RI yang menandai dimulainya Muktamar ke-35 NU secara resmi.
Setelah pembukaan, peserta langsung memasuki agenda persidangan. Sidang Pleno I membahas jadwal dan tata tertib, sementara Pleno II membahas laporan pertanggungjawaban PBNU periode 2021–2026.
Selanjutnya, peserta mengikuti sidang enam komisi, yakni Komisi A–C bidang Bahtsul Masail, Komisi D Organisasi, Komisi E Program, dan Komisi F Rekomendasi.
Agenda berlanjut hingga Sabtu (29/8), dengan pembahasan hasil komisi serta tata tertib pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum. Puncak Muktamar dijadwalkan melalui Sidang Pleno V pada Sabtu malam, yang mencakup demisioner kepengurusan PBNU 2021–2026, pemilihan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa), penetapan Rais Aam, serta pemilihan Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031.
Seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU dijadwalkan ditutup pada Minggu (30/8). Penutupan akan diisi laporan panitia, penyerahan hasil Muktamar, serta pidato perdana Rais Aam dan Ketua Umum PBNU terpilih periode 2026–2031.

















