Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
BeritaHeadlineKabupaten NatunaProvinsi Kepulauan Riau

Wamenlu RI Bahas Penguatan Pelabuhan Internasional hingga Pemberdayaan Nelayan di Natuna

17
×

Wamenlu RI Bahas Penguatan Pelabuhan Internasional hingga Pemberdayaan Nelayan di Natuna

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID NATUNA, KEPULAUAN RIAU | Kunjungan kerja Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arif Havas Oegroseno selama tiga hari di Kabupaten Natuna menjadi momentum untuk membahas sejumlah program strategis bersama Bupati Natuna Cen Sui Lan. Beberapa agenda yang dibahas meliputi penguatan Pelabuhan Internasional Selat Lampa, peningkatan konektivitas udara, bantuan kapal ikan bagi nelayan, pengembangan cold storage berbasis energi surya hingga penguatan Geopark Natuna.

Bupati Natuna Cen Sui Lan menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap wilayahnya. Menurutnya, berbagai program yang dibawa Wamenlu dapat menjadi peluang untuk mempercepat pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Beliau datang dengan banyak program. Perhatian beliau dengan Natuna sangat luar biasa, kehadirannya dapat menimbulkan harapan baru bagi kita di Natuna,” ujar Cen Sui Lan usai rapat koordinasi bersama Wamenlu RI di Kantor Bupati Natuna, Rabu (26/8/2026).

Cen Sui Lan memastikan Pemkab Natuna siap mendukung dan mengawal program pemerintah pusat sesuai kewenangan dan kapasitas daerah. Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diperlukan agar berbagai rencana yang telah dibahas dapat segera direalisasikan. “Kita sangat siap mendukung sesuai dengan kapasitas daerah. Jadi apapun yang diperlukan kita siap dukung. Mudah-mudahan dengan ini kemajuan dapat berjalan lebih cepat lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Wamenlu Arif Havas Oegroseno mengatakan kunjungannya turut membahas sektor kemaritiman, perikanan, minyak dan gas bumi serta konektivitas. Salah satu agenda utama adalah penguatan Pelabuhan Internasional Selat Lampa melalui pemberian kode pelabuhan ID STA yang ditujukan untuk mendukung keterbukaan akses ekspor-impor dari dan menuju Natuna. “Tadi ada beberapa hal yang kami koordinasikan dengan Bu Bupati, salah satunya mengenai pelabuhan Internasional Selat Lampa. Kami ke sini dalam rangka pemberian kode pelabuhan ID STA untuk Pelabuhan Selat Lampa guna mendukung keterbukaan akses ekspor-impor dari dan ke Natuna,” papar Oegroseno.

Selain pelabuhan, pemerintah juga membahas peningkatan kapasitas nelayan melalui rencana pembuatan kapal ikan berukuran 15–30 GT serta perluasan konektivitas udara Natuna. Wamenlu juga menyampaikan rencana pengembangan cold storage dengan teknologi solar ice maker yang memanfaatkan tenaga surya. Teknologi tersebut sebelumnya dikembangkan melalui kerja sama Indonesia dengan PBB di Desa Kawa, Kabupaten Seram, Maluku. “Nah ini akan kita coba replikasi di Natuna. Karena karakter geografis Natuna dengan Kawa tidak jauh beda,” ujarnya.

Perhatian pemerintah pusat juga mencakup pengembangan Geopark Natuna yang saat ini berstatus Aspiring UNESCO Global Geopark (UGGp). Oegroseno menyebut koordinasi dengan pemerintah daerah akan terus dilakukan untuk mendukung pengembangan geopark. “Karena Natuna ikut Aspiring UNESCO Global Geopark (UGGp). Jadi kita terus berkoordinasi dengan daerah terkait geopark ini,” kata Oegroseno. Berbagai program tersebut dinilai dapat memperkuat posisi Natuna sebagai kawasan strategis nasional sekaligus mendorong pertumbuhan sektor perikanan, perdagangan, pariwisata, energi terbarukan dan konektivitas di wilayah perbatasan.

Example 300250 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60