BERITAOPINI.ID OGAN ILIR, SUMSEL | Transformasi digital membuka ruang yang semakin luas bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal, termasuk produk pertanian dan perikanan. Pemanfaatan teknologi digital tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga dapat menjadi instrumen strategis dalam memperluas akses pasar, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Berangkat dari peluang tersebut, dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Penyuluhan Promosi dan Pemasaran Digital Produk Agroperikanan di Desa Tanjung Dayang Utara, Kabupaten Ogan Ilir.
Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan berbagai platform digital sebagai media promosi dan pemasaran produk.
Peserta Dalam acara menyasar ibu rumah tangga, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta masyarakat yang bergerak di bidang pertanian dan perikanan. Pendekatan yang digunakan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses pengembangan usaha, sehingga potensi produk lokal dapat dikembangkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi sumber pendapatan alternatif.
Tim pengabdian kepada masyarakat terdiri atas Dr. Selly Oktarina, Prof. M. Edi Armanto, Prof. Elisa Wildayana, Dr. Desi Aryani, Dr. M. Arbi, Nurilla Elysa Putri, Ph.D., dan Dr. Indri Januarti, serta lima mahasiswa Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya.
Materi penyuluhan disampaikan secara bertahap, meliputi konsep dasar pemasaran digital, pemanfaatan media sosial, teknik pembuatan konten promosi, hingga penyusunan strategi pemasaran digital yang dapat diterapkan sesuai karakteristik usaha masyarakat.
Dalam sesi mengenai konsep dasar pemasaran digital, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi digital, internet, dan berbagai platform daring untuk mempromosikan produk maupun layanan.
Dr. Selly Oktarina menjelaskan bahwa pemasaran digital tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas memperkenalkan produk melalui internet. Di dalamnya terdapat proses strategis yang perlu memperhatikan keterkaitan antara produk, pesan yang disampaikan, media yang digunakan, serta karakteristik konsumen yang menjadi sasaran
“Pendekatan tersebut penting agar promosi yang dilakukan tidak hanya meningkatkan frekuensi penyampaian informasi, tetapi juga mampu menjangkau konsumen yang sesuai,” jelasnya.
Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan media sosial sebagai instrumen pemasaran. Kehadiran media sosial memungkinkan pelaku usaha membangun komunikasi dua arah dengan konsumen, menyampaikan informasi produk, membangun identitas merek, sekaligus meningkatkan keterlibatan konsumen.
Sejumlah platform digital yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut antara lain WhatsApp, Facebook, Instagram, TikTok, dan Shopee. Namun, peserta diberikan pemahaman bahwa efektivitas pemasaran tidak ditentukan oleh banyaknya platform yang digunakan, melainkan oleh ketepatan dalam memilih media sesuai karakteristik produk dan target konsumen.
“Pelaku usaha tidak harus menggunakan seluruh platform secara bersamaan. Pemilihan media perlu disesuaikan dengan karakteristik produk dan konsumen yang menjadi sasaran,” ujarnya.
Pada sesi pembuatan konten, peserta diarahkan untuk memahami tahapan dalam menghasilkan materi promosi yang komunikatif dan menarik. Tahapan tersebut mencakup penentuan tujuan komunikasi, pengenalan karakteristik audiens, pencarian ide, penyusunan struktur pesan, pembuatan pembuka yang menarik, hingga evaluasi dan pengembangan konten.
Sementara itu, Dr. Desi Aryani menuturkan bahwa kemampuan menghasilkan konten promosi yang terarah menjadi salah satu aspek penting dalam membangun pemasaran digital yang efektif.
Menurutnya, keberhasilan pemasaran digital tidak hanya ditentukan oleh intensitas promosi, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha menyampaikan pesan yang tepat melalui media yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
“Strategi pemasaran perlu memperhatikan ketepatan pesan, pemilihan media, serta kesesuaian informasi dengan kebutuhan konsumen,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pemasaran digital dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan usaha yang lebih terarah dan berkelanjutan. Karena itu, penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola media digital menjadi langkah penting agar produk lokal memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau pasar di luar lingkungan sekitarnya.
Melalui kegiatan penyuluhan tersebut, masyarakat diharapkan tidak berhenti pada pemahaman mengenai konsep pemasaran digital, tetapi mampu mengimplementasikannya dalam aktivitas usaha. Keterampilan mengelola media sosial, membuat konten promosi, menentukan platform yang tepat, serta menyusun strategi pemasaran diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar produk pertanian dan agroperikanan.
Pada konteks yang lebih luas, pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat memperkuat posisi masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Produk agroperikanan yang sebelumnya lebih banyak berorientasi pada pemenuhan kebutuhan keluarga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi komoditas bernilai ekonomi dengan jangkauan pasar yang lebih luas.
“Pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat mendorong kemandirian pelaku usaha dalam memasarkan produk pertanian dan agroperikanan. Peningkatan kemampuan dalam pemasaran digital juga diharapkan dapat membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau konsumen secara lebih luas serta meningkatkan daya saing produk di tengah perkembangan pemasaran berbasis digital,” pungkasnya.

















