BERITAOPINI.ID BATANG, JAWA TENGAH | Pemerintah Kabupaten Batang akan menggelar Kenduri Batik 2026 di kawasan wisata Si Kembang Park, Kecamatan Blado, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan kekayaan batik khas Batang sekaligus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor pariwisata melalui perpaduan kegiatan budaya, edukasi, kuliner, dan hiburan.
Kenduri Batik 2026 tidak hanya dirancang sebagai ajang memamerkan hasil kerajinan batik, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan sejarah dan filosofi yang terkandung dalam setiap motifnya. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berupaya memperluas pengenalan batik sebagai identitas budaya sekaligus produk ekonomi kreatif yang berpotensi menjangkau pasar lebih luas.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Batang, Wahyu Budi Santoso, menjelaskan bahwa penggunaan istilah kenduri mencerminkan tradisi masyarakat Jawa yang mengedepankan kebersamaan dan rasa syukur.
“Prinsipnya masyarakat kita itu kalau berkenduri kan berkumpul, berkumpul untuk selamatan. Harapannya, melalui Kenduri Batik ini, batik kita menjadi sesuatu yang hebat dan makin mengangkat nama Batang,” ujar Wahyu, Jumat (16/10/2026).
Salah satu warisan budaya yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut adalah Batik Tulis Rifaiyah. Batik ini memiliki keterkaitan erat dengan ajaran ulama KH Ahmad Rifa’i, sehingga proses pembuatannya tidak sekadar menjadi aktivitas kerajinan, tetapi juga mengandung nilai keagamaan dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
Batik Rifaiyah dikenal melalui corak yang memiliki makna tersendiri. Dari 28 motif yang disebut berasal dari KH Ahmad Rifa’i, sebanyak 16 motif telah berhasil diidentifikasi. Beberapa di antaranya adalah motif pelo ati serta bentuk ayam yang digambarkan melalui stilisasi sehingga tidak menampilkan wujud hewan secara utuh.
Selain Batik Rifaiyah, Batang juga memiliki beragam jenis batik lainnya, seperti Batik Batangan, Batik Warna Alam, dan Batik Gringsing. Keragaman tersebut akan diperkenalkan melalui sejumlah agenda, mulai dari pameran, diskusi atau talkshow, hingga Ngaji Batik yang membahas sejarah, nilai filosofis, dan peluang pengembangan industri batik.
Wahyu menyampaikan bahwa kegiatan ini turut melibatkan sejumlah tokoh dan pemerhati batik tingkat nasional untuk memberikan wawasan kepada masyarakat serta membuka kesempatan promosi bagi perajin lokal.
“Kita mengundang narasumber taraf nasional yang berperan di dunia batik, seperti maestro batik Pak Dudung, pemerhati batik Pak William, serta dukungan dari Bank Indonesia yang menghadirkan tokoh-tokoh pecinta batik,” ungkapnya.
Tidak hanya menonjolkan kekayaan wastra, Kenduri Batik 2026 juga akan menghadirkan berbagai produk kuliner tradisional dari sejumlah wilayah di Kabupaten Batang. Kehadiran pelaku UMKM kuliner diharapkan dapat memperkenalkan makanan khas daerah sekaligus memberikan peluang pemasaran bagi usaha masyarakat.
Beragam sajian lokal yang direncanakan hadir antara lain olahan ikan wader dengan beras merah khas Wonotunggal, lontong lemprak dari kawasan Alun-alun Batang, serabi Kalibeluk, serta pecel khas daerah. Produk-produk tersebut dipilih sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan kuliner Batang kepada pengunjung dari dalam maupun luar daerah.
“Kita angkat UMKM khusus kuliner yang menjadi makanan favorit di Kabupaten Batang. Contohnya dari Wonotunggal ada hidangan ikan wader dengan beras merah. Lalu ada lontong lemprak Alun-alun, serabi Kalibeluk, hingga pecel khas yang mungkin banyak masyarakat luar belum tahu,” jelas Wahyu.
Pemilihan Si Kembang Park sebagai tempat penyelenggaraan juga menjadi bagian dari upaya menghubungkan kegiatan budaya dengan promosi destinasi wisata. Berada di kawasan Blado, lokasi tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung yang ingin menikmati pertunjukan budaya, mengenal produk batik, mencicipi kuliner tradisional, sekaligus berwisata.
Untuk menambah daya tarik kegiatan, panitia turut menyiapkan hiburan musik yang dijadwalkan berlangsung pada penghujung acara. Penyanyi dangdut pop Ndarboy Genk direncanakan tampil sebagai penutup rangkaian Kenduri Batik 2026 yang digelar sejak pagi hingga malam hari.
“Penghujung acara kita tampilkan seni untuk menghibur dan mengundang masyarakat hadir menikmati event di objek wisata ini,” tutup Wahyu.
Melalui Kenduri Batik 2026, Pemerintah Kabupaten Batang berharap kekayaan budaya daerah dapat semakin dikenal masyarakat luas dan memberikan manfaat ekonomi bagi perajin batik maupun pelaku UMKM. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara pelestarian tradisi, pengembangan ekonomi kreatif, dan promosi pariwisata daerah. (Raka Bumi)

















