Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
BeritaJawa TengahKabupaten Demak

Peringati Hari Tari Sedunia, 21 Sanggar Kolaborasi Meriahkan Pekan Kebudayaan Daerah Demak

30
×

Peringati Hari Tari Sedunia, 21 Sanggar Kolaborasi Meriahkan Pekan Kebudayaan Daerah Demak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID DEMAK JATENG |  Sebanyak 21 sanggar tari di Kabupaten Demak berkolaborasi menampilkan ragam seni pertunjukan dalam gelaran Pekan Kebudayaan Daerah. Acara yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Demak ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 18 hingga 19 April di Alun-alun Demak, sebagai puncak peringatan Hari Tari Sedunia di tingkat kabupaten.

Ruang Ekspresi dan Apresiasi Seniman
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak, Haris Wahyudi Ridwan, menjelaskan bahwa pergelaran ini merupakan turunan dari agenda kebudayaan nasional yang diadaptasi ke tingkat daerah. Acara tersebut dikemas secara khusus sebagai wadah promosi, perayaan, sekaligus bentuk apresiasi nyata pemerintah terhadap para pelaku seni tari.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi para seniman untuk berekspresi sekaligus memperkenalkan kekayaan seni tari kepada masyarakat luas,” kata Haris.

Ragam Pertunjukan dan Kolaborasi Karya
Dalam memeriahkan Hari Tari Sedunia, rangkaian pentas yang disuguhkan tidak hanya terpaku pada satu genre. Masyarakat disuguhi berbagai penampilan menarik yang meliputi:
1. Seni tari tradisional dan kreasi
2. Seni pertunjukan barongan
3. Drama tari kolosal

Salah satu penampilan yang menjadi sorotan utama adalah pementasan drama tari dengan menampilkan tokoh “Srikandi Krida”. Pertunjukan ini merupakan hasil kolaborasi dari sejumlah sanggar seni di Kabupaten Demak.

“Kami juga mengapresiasi kolaborasi sanggar-sanggar seni yang mampu menghadirkan pertunjukan kreatif dan inovatif,” tambahnya.

Komitmen Pelestarian Budaya Pemkab Demak
Bupati Demak, Eisti’anah, turut memberikan pandangannya mengenai perhelatan ini. Menurutnya, Pekan Kebudayaan Daerah memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar perayaan seni. Kegiatan ini merupakan cerminan dari kekayaan warisan budaya yang hidup dan berkembang di Kabupaten Demak.

“Pemerintah Kabupaten Demak juga, memiliki komitmen untuk terus mendukung keberadaan sanggar seni sebagai upaya melestarikan budaya daerah. Karena sudah menjadi kewajiban kami untuk terus mendukung sanggar seni agar budaya kita tetap lestari,” kata Eisti.

Penguatan Identitas dan Harapan Masa Depan
Lebih lanjut, Eisti’anah menekankan bahwa selain menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat, ajang ini berfungsi strategis sebagai sarana edukasi pengenalan budaya. Hal ini diharapkan mampu memperkuat identitas kultural dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat Demak.

“Kami berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan setiap tahun dan mampu menggali potensi seni budaya generasi penerus,” pungkasnya.

Pekan Kebudayaan Daerah dan peringatan Hari Tari Sedunia di Demak diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan menjadi fondasi yang kuat bagi regenerasi seniman lokal. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, pelaku seni, dan masyarakat, kelestarian warisan budaya Demak diyakini akan terus terjaga dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Example 300250 Example 468x60 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60