BERITAOPINI.ID JAKARTA | Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pesantren mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, khususnya di tengah tekanan pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang kian memberatkan masyarakat.
Koordinator Wilayah (Korwil) DKI Jakarta BEM Pesantren, Said Ahmad, menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi ekonomi saat ini. Menurutnya, pelemahan rupiah bukan sekadar angka di pasar keuangan, melainkan ancaman nyata bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Dampak pelemahan rupiah akan langsung dirasakan masyarakat ketika harga kebutuhan pokok mulai naik. Pesantren pun tidak luput dari dampak ini karena setiap hari harus memenuhi kebutuhan logistik dalam jumlah besar untuk para santri dan tenaga pendidik,” ujar Said Ahmad.
Ia juga menyoroti kenaikan harga BBM yang turut memperberat beban hidup masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya mendorong pemerintah untuk tidak hanya mengendalikan inflasi, tetapi juga memastikan harga kebutuhan pokok dan energi tetap terjangkau.
“Kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pemerintah. Jika kondisi ekonomi terus memburuk tanpa langkah antisipatif yang memadai, masyarakat akan menghadapi kesulitan yang semakin besar, dan cita-cita keadilan sosial sebagaimana diamanatkan Pancasila bisa terhambat,” tegasnya.
Jaringan Luas, Suara Kuat
BEM Pesantren sendiri merupakan organisasi mahasiswa yang lahir dari diskusi-diskusi di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur. Organisasi ini resmi berdiri melalui Muktamar Halaqah pertama pada 23–24 Februari 2015 di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, dan semakin berkembang secara nasional sejak muktamar di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor pada April 2016.
Kini, jaringan BEM Pesantren telah mencakup sekitar 400 kampus berbasis pesantren di seluruh Indonesia, dengan koordinasi yang dibagi ke dalam lima wilayah, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat-Banten, Jawa Timur, Sumatera, dan Indonesia Bagian Timur.
Said Ahmad sendiri terpilih sebagai Korwil DKI Jakarta pada Muktamar V di Jakarta, Agustus 2025. Di bawah kepemimpinannya, Korwil DKI Jakarta aktif menyelenggarakan diskusi publik dan program pengabdian masyarakat, termasuk diskusi memperingati Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2025 serta program “Ramadan Series” yang menggabungkan bakti sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Di luar aktivitasnya di BEM Pesantren, Said Ahmad juga dikenal aktif dalam pelestarian budaya. Sebagai Bendahara Umum Duta Saman Institute, ia baru saja mewakili Indonesia dalam Busan International Dance Festival (BIDF) yang berlangsung di Busan, Korea Selatan, pada 3–11 Juni 2026, bersama delegasi dari 13 negara.
Kawal Kebijakan, Jaga Aspirasi Umat
Said Ahmad menegaskan bahwa BEM Pesantren akan terus mengawal setiap kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan dunia pesantren, mulai dari implementasi Undang-Undang Pesantren hingga peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan pesantren.
“Kami tidak akan berhenti menyuarakan aspirasi masyarakat dan pesantren. Indonesia yang adil, sejahtera, dan berkeadaban adalah tujuan yang terus kami perjuangkan bersama,” pungkasnya.


















